Rafi Sudirman Transformasi Jadi Pahlawan Nasional, Film Biopik Djamin Setia Selamanya Tayang 1 Oktober 2026
AKURAT.CO Kisah perjuangan dan dedikasi pahlawan nasional asal Tanah Karo, Djamin Ginting, dipastikan bakal segera menyapa para pecinta film Tanah Air.
Diproduksi oleh Erjege Pictures, film biopik epik bertajuk Djamin Setia Selamanya dijadwalkan meluncur serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026, bertepatan dengan momen Hari Kesaktian Pancasila.
Disutradarai oleh Rako Prijanto dengan naskah yang digarap oleh Titien Wattimena dan Lynda Ulviana, film ini mengemas perpaduan apik antara drama sejarah, aksi pertempuran, dan sisi kemanusiaan yang sangat relatable bagi kehidupan generasi muda saat ini.
Baca Juga: Ibu Bagaimana Aku Tanpamu Tayang Besok, Ini Sinopsis Film yang Dibintangi Marsha Timothy
Didapuk sebagai pemeran utama, musisi sekaligus aktor muda berbakat Rafi Sudirman dipercaya menghidupkan karakter Djamin Ginting.
Peran ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan kariernya, di mana Rafi bertransformasi dari penyanyi populer menjadi sosok pemimpin gerilya yang gigih mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Film ini menelusuri jejak hidup Djamin Ginting yang lahir di Desa Suka pada 12 Januari 1921. Mengawali pendidikan di Handelsschool bentukan Belanda hingga menjadi perwira Gyugun di masa pendudukan Jepang, Djamin menyadari betul bahwa kemerdekaan Indonesia harus diperjuangkan lewat perlawanan nyata, bukan sekadar belas kasihan penjajah.
Pasca-Proklamasi 1945, ia mengambil peran kunci dalam membidani Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kabanjahe dan memimpin pertempuran sengit di wilayah Medan Area, Tanah Karo, Langkat, hingga Aceh.
Tak hanya menyajikan aksi perang, sinema ini juga mengulik dinamika emosional Djamin bersama sosok perempuan tangguh, Likas Tarigan yang diperankan oleh Claresta Taufan.
Selain itu, jajaran pemeran lintas generasi seperti Chicco Kurniawan (Kadir Saragih), Jourdy Pranata (Selamat Ginting), Marcell Darwin (Jacob Waas), Unique Priscilla (Tidang Tarigan), Teddy Syach (Lantak Ginting), Arla Ailani (Sarita), dan Sulthan Hamonangan (Ucok) turut memperkuat fondasi kisah tentang persaudaraan, loyalitas, dan pengorbanan di tengah peperangan.
Atas jasa besar serta pengabdiannya kepada negara, Djamin Ginting dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2014, yang namanya kini diabadikan sebagai jalan arteri terpanjang dari pusat Kota Medan hingga Tanah Karo.
Bagi Riahna Djamin Ginting, putri almarhum yang juga bertindak sebagai Executive Producer, karya ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus pemantik semangat bagi generasi muda.
"Bagi saya, Djamin Setia Selamanya bukan sekadar sebuah film, melainkan penghormatan untuk ayah saya yang telah mengabdikan hidupnya bagi Indonesia. Saya berharap generasi Z dan Milenial dapat melihat bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari keberanian anak muda yang peduli, berani bersuara, dan berani mengambil tindakan. Semoga kisah Djamin Ginting mampu menginspirasi lahirnya semangat yang sama di generasi hari ini," ujar Riahna Djamin Ginting.
Senada dengan hal tersebut, Rako Prijanto selaku sutradara mengungkapkan alasannya tertarik membesut perjalanan hidup sang pahlawan ke layar lebar.
“Saya tertarik mengangkat kisah Djamin Ginting karena beliau membuktikan bahwa seorang pemuda biasa dengan keberanian dan pemikiran visioner mampu mengubah sejarah. Saya berharap Djamin Setia Selamanya tidak hanya menjadi tontonan sejarah, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil keputusan dan menjadi bagian dari perubahan.” kata sang sutradara, Rako Prijanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







