Tak Lagi Mau Program Bayi Tabung Usai Keguguran, Sinyorita Esperanza: Pasrah Sama Allah Saja

AKURAT.CO Duka mendalam tengah dirasakan oleh presenter sekaligus pelawak Sinyorita Esperanza.
Impiannya untuk menimang buah hati kedua harus pupus setelah calon janin dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia akibat keguguran pada 9 September 2026 lalu.
Sinyorita menceritakan bahwa kehamilan yang sempat diidam-idamkannya itu merupakan hasil dari program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) kedua yang dijalaninya.
Baca Juga: Kesedihan Sinyorita Esperanza yang Rumahnya Kembali Dilanda Banjir
Nahas, takdir berkata lain saat usia kandungannya baru menginjak sekitar enam menuju tujuh minggu.
Dampak dari peristiwa pilu tersebut, Sinyorita dan sang suami mantap memutuskan untuk berhenti dari segala bentuk program kehamilan berbantuan. Faktor usia dan risiko medis menjadi pertimbangan utama mereka.
"Satu dan lain hal memang kita enggak mau program lagi, karena kan sebenarnya juga sudah usia ya. Untuk kehamilan ini juga sebenarnya high risk-lah pastinya," kata Sinyorita saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).
Kini, wanita berusia 44 tahun tersebut memilih untuk tidak lagi memaksakan kehendak dan menyerahkan sepenuhnya urusan momongan kepada Sang Pencipta.
"Sudah tinggal yang kayak ya sudah, sekarang sudah enggak ikhtiar buat program lagi. Balik lagi ya tinggal pasrahin sama Allah saja," ujarnya.
Ia menambahkan, ketimbang terus memburu target hamil lagi, dirinya dan sang suami memilih untuk lebih bersyukur serta fokus membina kebahagiaan bersama keluarga kecil yang sudah ada.
"Mungkin kalau buat Allah kan enggak ada yang enggak mungkin, tapi kita enggak yang ngoyo, 'ya Allah, aku minta hamil lagi' enggak. Maksudnya kita sudah berusaha sabar ngejalanin saja bertiga ya sama suami, sama anak," tuturnya.
"Kalau misal Allah kasih amanah, ya itu mah bagaimana yang punya hidup kita saja," lanjut Sinyorita.
Baca Juga: Ingin Tambah Momongan, Sinyorita Esperanza Emoh Program Bayi Tabung
Lebih lanjut, Sinyorita membeberkan bahwa program IVF yang dijalani kali ini berbeda dari yang pernah dilakukannya pada 2021 silam. Kali ini, ia menggunakan teknik pembekuan embrio sebelum ditransfer ke rahim.
"Jadi kalau waktu itu bedanya bayi tabungnya kan embrio transfer-nya langsung. Kalau ini pakai yang metode freezing dulu, jadi embrionya di-freezing dulu," jelasnya.
Meski kebersamaannya dengan sang calon bayi terbilang sangat singkat, Sinyorita mengaku tetap memetik rasa syukur karena setidaknya sempat merasakan kehamilan kembali.
"Kemarin sih alhamdulillah sudah sempat hamil gitu. Meskipun kadang kayak masih bertanya-tanya, 'hah, kok bisa secepat itu ya?' Tapi kan suami juga bilang, ya sudah memang rezekinya dikasih mengandung untuk calon anak yang kedua ini ya enam mau ke tujuh minggu itu," katanya.
Proses penyembuhan luka batin pun kini masih terus berjalan. Meski berusaha tegar dan berusaha mengikhlaskan ketetapan Tuhan, Sinyorita tak menampik jika rasa emosional dan kesedihan kerap menghampiri saat melihat wanita hamil lainnya.
"Ikhlas mah sudah mulai membesarkan hati gitu ya untuk lebih tabah dan ikhlas. Tapi ya namanya perempuan ya, sesekali kadang misalnya ngelihat ada orang hamil pasti nangis gitu," ungkapnya.
Di tengah kedukaan yang mendalam, kehadiran suami serta anak sulungnya menjadi pilar kekuatan terbesar bagi Sinyorita.
Nasihat bijak sang suami pun sukses menguatkan hatinya untuk merelakan sang calon buah hati.
"Terus suami bilang juga, 'ada sesuatu hal yang mungkin Allah enggak bisa menjelaskan, yang mungkin enggak bisa kamu pahami kenapa Allah ambil calon bayi kita. Tapi percaya Allah itu lagi nyelamatin kamu dari sesuatu,'" cerita Sinyorita.
"Ketetapan Allah itu pasti jauh lebih indah dari yang kita bayangkan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








