Semaikan Cinta Bulutangkis Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton 2026 Sapa Ratusan Siswa di Magelang

AKURAT.CO, Upaya menjaga tradisi prestasi bulutangkis Indonesia terus dilakukan dari tingkat paling dasar (grassroots). Lewat konsep permainan yang interaktif dan menyenangkan, MilkLife Festival SenengMinton 2026 resmi bergulir di GOR Djarum Magelang pada Kamis (24/9/2026).
Sebanyak 480 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Magelang dan sekitarnya antusias mengikuti ajang yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, serta didukung penuh oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah.
Magelang menjadi kota kedua dalam rangkaian tur MilkLife Festival SenengMinton 2026 setelah Purwokerto pada April lalu. Selanjutnya, ajang ini dijadwalkan menyambangi tiga kota lain di Jawa Tengah, yakni Solo (1 Oktober), Kudus (17–18 Oktober), dan Semarang (28 Oktober).
Langkah Terstruktur Menjaga Kesinambungan Regenerasi
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa festival ini dirancang secara terstruktur dan sistematis untuk memperkuat ekosistem bulutangkis nasional sekaligus menjaga mata rantai regenerasi atlet secara konsisten.
Baca Juga: Festival SenengMinton 2026 Jadi Cara Menyenangkan Untuk Kenalkan Bulutangkis ke Anak-Anak
"Kami ingin memastikan ekosistem bulutangkis Indonesia berjalan dengan baik. Regenerasi atlet berprestasi merupakan proses yang panjang sehingga harus dipersiapkan secara konsisten sejak dini," kata Yoppy.
"Karena itu, kami ingin terlebih dahulu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan agar siswa dapat mencintai dan berminat mendalami olahraga bulutangkis. Kami yakin ketika minat itu tumbuh, maka proses pembinaan dapat berjalan secara optimal."
Jemput Bola Identifikasi Potensi dari Sekolah
Sinergi pembinaan ini turut diapresiasi oleh Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf. Menurutnya, skema ‘jemput bola’ ke sekolah-sekolah di daerah penyangga bibit bulutangkis memberikan dampak nyata bagi proses pemanduan bakat.
Ia menilai sinergi antara sekolah, orang tua, dan klub menjadi kunci penting dalam mengarahkan potensi anak-anak menuju jenjang pembinaan profesional.
"Melalui Festival SenengMinton, potensi dan bakat calon atlet dapat teridentifikasi sejak dini dan diarahkan ke klub untuk mendapatkan pembinaan yang terstruktur," jelas Basri.
"Meski tidak melakukan pertandingan langsung, mereka belajar tentang fisik dan teknik dasar yang menjadi bagian dari proses pembinaan atlet jangka panjang. Harapannya, festival ini menjadi sumber lahirnya bibit-bibit pebulutangkis baru."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








