Perayaan Natal 2023, Ini Sejarah Gereja Immanuel Jakarta hingga Jadi Cagar Budaya

AKURAT.CO Apabila kamu berada di Jalan Medan Merdeka Timur, akan terlihat sebuah gereja bergaya Eropa yang telah berusia sekitar 184 tahun.
Dalam sejarah tempat ibadah ini mulai dibangun pada tahun 1834 dengan mengikuti hasil Rancangan J.H. Horst.
Adapun peletakan batu pertama pembangunan Gereja Immanuel dilakukan pada 24 Agustus 1835.
Awalnya, gereja ini dinamakan Willemskerk sebagai penghormatan kepada Raja Belanda, Willem 1, yang memimpin pada periode 1813 sampai 1840.
Pada masa lampau, pembangunan Gereja Immanuel ditujukan khusus untuk para petinggi Hindia Belanda.
Pada masa itu, kawasan Batavia di Kota Tua sudah padat, kumuh, dan sesak, sehingga menimbulkan berbagai wabah penyakit.
Oleh karena itu, para elit Hindia Belanda memutuskan untuk mencari lokasi baru yang tidak terlalu jauh dari Batavia, dan pilihan jatuh pada kawasan Gambir untuk membangun kompleks bagi para petinggi Hindia Belanda.
Dan Gereja Immanuel sendiri dibangun untuk memenuhi kebutuhan rohani umat protestan dari Hindia Belanda yang tinggal di kawasan Gambir.
Kini, karena memiliki nilai sejarah yang penting bagi Jakarta, Gereja Immanuel diakui sebagai bangunan cagar budaya.
Gaya Bangunan Gereja Immanuel
Ketika menjelajahi gereja ini, kamu akan menemukan interior yang sangat tua namun masih tampak terawat dengan baik.
Dan dengan banyaknya jendela besar, suasana Belanda terasa mendominasi dalam struktur bangunan gereja ini.
Tidak hanya memiliki arsitektur kuno, tetapi peralatan ibadah di Gereja Immanuel juga telah berusia ratusan tahun.
Sebagai contoh, Cawan untuk upacara perjamuan kudus yang telah digunakan sekitar sejak tahun 1863.
Selain itu, Gereja Immanuel juga memiliki sebuah alat musik organ kuno yang indah, buatan Jonathan Batz pada sekitar tahun 1843.
Meskipun telah berusia ratusan tahun, organ tersebut masih berfungsi dengan baik untuk mengiringi acara kebaktian di gereja tersebut.
Gereja Immanuel tetap memberikan pelayanan ibadah kepada jemaatnya dengan menggunakan bahasa Belanda, yang dilaksanakan pada hari Minggu pukul 10.00 pagi dan juga pada ibadah Natal.
Namun, Gereja Immanuel juga tetap menyediakan layanan ibadah dalam bahasa Indonesia dan Inggris untuk memenuhi kebutuhan beragam jemaatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








