Bagaimana Konflik yang Terjadi antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji di Kesultanan Banten?
Sultan Tanjung | 18 Februari 2024, 14:20 WIB

AKURAT.CO Pada masa Kesultanan Banten, terjadi konflik internal yang mencuat antara dua tokoh penting: Sultan Ageng Tirtayasa dan putranya, Sultan Haji.
Mari kita telusuri lebih lanjut penyebab dan akibat dari konflik ini:
-
Latar Belakang Konflik:
- Sultan Ageng Tirtayasa adalah Sultan Banten keenam yang memerintah dari tahun 1651 hingga 1683. Di masa kekuasaannya, Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan.
- Sultan Haji, putra Sultan Ageng Tirtayasa, memiliki ambisi untuk merebut kekuasaan ayahnya. Ia bersekongkol dengan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), perusahaan dagang Belanda yang beroperasi di wilayah Nusantara.
-
Peran Sultan Ageng Tirtayasa:
- Sultan Ageng Tirtayasa adalah salah satu raja yang menentang keras pendudukan VOC di Indonesia.
- Pada tahun 1652, ia mengirim tentaranya untuk menyerang VOC di Jakarta, yang berujung pada pertempuran antara Kesultanan Banten dan Belanda.
- Sultan Ageng Tirtayasa juga melakukan sabotase dan perusakan terhadap kebun tebu dan pabrik-pabrik penggilingan VOC pada tahun 1656.
-
Peran Sultan Haji:
- Sultan Haji bersekongkol dengan VOC untuk merebut kekuasaan ayahnya.
- Upaya ini melibatkan politik adu domba, yang memperkeruh perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji.
-
Akhir Konflik:
- Akibat dari konflik ini, Sultan Haji berhasil mendapatkan takhta Kesultanan Banten, menggantikan kedudukan ayahnya.
- Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan oleh VOC.
Hikmah dari Konflik:
- Konflik ini mengajarkan kita tentang ketidakstabilan politik dan intrik kekuasaan di masa lalu.
- Selain itu, kita dapat mengambil hikmah tentang pentingnya persatuan dan keberagaman dalam membangun sebuah negara.
Semoga artikel ini memberikan wawasan lebih mengenai konflik yang terjadi di Kesultanan Banten pada masa lalu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







