Rasakan Elegansi Tropis, Cap Bali Hadirkan Koleksi ‘Tropical Peacock’ di Panggung IFW 2025

AKURAT.CO Brand fashion asal Pulau Dewata, Cap Bali, kembali menarik perhatian publik dengan peluncuran koleksi terbarunya bertajuk Tropical Peacock dalam ajang Indonesia Fashion Week 2025 (IFW).
Koleksi ini tidak hanya memadukan keanggunan motif burung merak dengan nuansa tropis Bali, tetapi juga menjadi bentuk nyata pemberdayaan perempuan lokal di balik proses produksinya.
“Cap Bali mulai berdiri tahun 2014, awalnya saya ingin menghadirkan koleksi pakaian yang memadukan nilai budaya Bali dalam kemasan yang nyaman khas gaya tropis. Seluruh pembuatannya kami lakukan sendiri, mulai dari menciptakan motif dengan teknik handprint atau sablon tradisional, tenun, hingga menjadi koleksi pakaian dengan desain yang modern, stylish, dan nyaman,” ujar Putu Fitri Ertaningsih, Founder Cap Bali kepada awak media via siaran pers pada Selasa, (3/6) di Jakarta.
Koleksi ini menampilkan harmoni warna pastel seperti pink, biru langit, dan hijau dedaunan dalam siluet yang feminin dan kasual. Material rayon menjadi pilihan utama karena selain nyaman dan ringan, juga ramah lingkungan. Cap Bali juga menerapkan prinsip less waste dengan memanfaatkan limbah kain menjadi produk bernilai ekonomi.
“Koleksi ini sangat istimewa, karena motif burung merak merupakan sebuah simbol dalam budaya lokal yang kerap kali hadir dalam seni tari serta ukiran tradisional. Tak hanya itu, dalam pembuatan koleksi ini momen nostalgianya pun cukup kuat karena berawal dari kenangan masa kecil saat pertama kalinya saya melihat burung merak. Pesona warnanya yang begitu indah serta gerakannya yang anggun sangat menancap di ingatan saya hingga kini,” imbuh Fitri.
Pagelaran Cap Bali turut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang menyampaikan apresiasinya, “Sangat luar biasa karena menghadirkan koleksi yang membawa nama Bali yang fashionable sekali. Tak hanya berjaya di ranah lokal, tetapi Cap Bali juga telah menembus pasar internasional.”
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, “Cap Bali merupakan sebuah brand yang melestarikan kebudayaan Indonesia dalam bentuk produk fesyen. Kolaborasi antara fesyen dengan kearifan lokal ini menurut saya tidak hanya memperlihatkan budaya Bali saja, namun Indonesia dengan gaya kekinian.”
Cynthia Ganesha, istri dari Giring, menambahkan, “Selamat untuk koleksi terbaru Cap Bali, saya dari dulu selalu suka semua koleksinya karena cocok dipakai untuk daily wear bahkan kalau saya kenakan ke acara yang lebih formal tinggal saya tambahkan bros sebagai aksesorisnya, langsung terlihat festive.”
Di balik karya artistik ini, Cap Bali memberdayakan lebih dari 100 perempuan lokal, mayoritas berasal dari sekitar workshop Cap Bali di Mas-Ubud dan Sanur. Para perempuan ini, banyak di antaranya lulusan SMK Tata Busana, turut diberdayakan sejak awal berdirinya Cap Bali.
Koleksi Tropical Peacock sudah tersedia di seluruh butik Cap Bali seperti di Beachwalk Shopping Center, Sidewalk Jimbaran, Discovery Mall Bali, hingga di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, dan juga dapat diperoleh melalui online store mulai Juni 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








