MICAM dan MIPEL Ajak Desainer Muda Indonesia Tembus Milan Lewat Beasiswa Desain Sepatu

AKURAT.CO — Dua pameran dagang mode bergengsi asal Italia, MICAM Milano dan MIPEL, tampil di Indonesia dalam rangkaian promosi eksklusif yang digelar bertepatan dengan BTN Indonesia Fashion Week 2025 di Jakarta.
Acara ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral di bidang industri fashion, khususnya alas kaki dan barang kulit, antara Italia dan Indonesia.
Talkshow dibuka oleh Duta Besar Italia untuk Indonesia, H.E. Roberto Colamine, Komisaris Dagang Italia Dr. Paolo Pinto, serta Ketua Indonesia Fashion Week Poppy Dharsono.
MICAM dan MIPEL memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan tren industri, peluang bisnis, dan inisiatif pendidikan kepada pelaku usaha lokal.
“Kehadiran kami di Indonesia untuk melihat potensi besar industri fashion Indonesia, terutama di sektor alas kaki. Kami ingin menghubungkan industri kami dengan para desainer muda berbakat Tanah Air melalui edukasi dan kolaborasi unik,” ujar H.E. Roberto Colamine di Jakarta, Kamis (29/5/2025).
Baca Juga: 40 Tahun Berkarya, Poppy Dharsono Suguhkan Syahda Pusaka
Colamine menambahkan bahwa Italia ingin menciptakan kemitraan saling menguntungkan dengan merek-merek Indonesia dan mendukung perkembangan identitas nasional dalam dunia fesyen.
Mengembangkan Koneksi Global
Dalam presentasi terpisah, Giovanna Ceolini, Presiden MICAM, menyampaikan bahwa MICAM memiliki peran penting sebagai platform yang menghubungkan industri produksi dan distribusi global di sektor alas kaki.
“Mengembangkan desainer muda dan mendorong mereka menciptakan koleksi alas kaki berarti membangun ikatan yang lebih kuat untuk kolaborasi masa depan,” kata Ceolini.
Ceolini juga memperkenalkan program MICAM Academy, sebuah beasiswa khusus untuk dua desainer muda Indonesia guna mengikuti kursus intensif 10 minggu di sekolah desain alas kaki Arsutoria Milan.
“Program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi jembatan budaya antara Italia dan Indonesia,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Claudia Sequi, Presiden MIPEL, menekankan pentingnya sinergi antara dua pameran internasional itu untuk memperluas visibilitas dan pertumbuhan bersama.
“Pasar Indonesia sangat dinamis dan merupakan tempat ideal untuk membangun pertukaran budaya serta peluang bisnis,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Poppy Dharsono, Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat ekosistem fashion lokal, khususnya sektor kulit yang selama ini kurang mendapat sorotan.
“Dengan kolaborasi, pelatihan teknis, dan peluang beasiswa, kami yakin hubungan ini akan mempercepat pengembangan industri kulit di Indonesia,” katanya.
Menutup sesi talkshow, Dr. Paolo Pinto, Direktur ITA Jakarta, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari promosi terpadu dalam menyambut pameran MICAM dan MIPEL yang akan berlangsung di Milan pada September 2025.
“Hari ini adalah perayaan produk buatan Italia dan pembukaan peluang baru antara Italia dan Indonesia,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








