AKURAT.CO Pernah mengalami baju yang sudah dicuci dan dijemur tapi tetap berbau apek? Tenang, kamu enggak sendirian!
Masalah ini sering banget terjadi, apalagi saat musim hujan atau cuaca lembap.
Bau apek pada pakaian biasanya muncul karena proses pengeringan yang tidak sempurna dan pertumbuhan bakteri pada kain yang masih lembap.
Yuk, simak penyebab dan cara mengatasinya agar pakaian kembali segar dan wangi!
Penyebab Jemuran Bau Apek
-
Pakaian Tidak Kering Sempurna
Salah satu penyebab utama bau apek adalah pakaian yang belum benar-benar kering saat dilipat atau disimpan. Kelembapan yang tersisa di dalam serat kain menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh, sehingga menimbulkan bau tidak sedap. -
Sirkulasi Udara yang Buruk
Menjemur pakaian terlalu rapat atau di ruangan tanpa ventilasi membuat udara tidak bisa bersirkulasi dengan baik. Akibatnya, pakaian membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dan akhirnya berbau lembap. -
Pakaian Terlalu Lama di Mesin Cuci
Kalau kamu sering meninggalkan cucian terlalu lama setelah proses mencuci selesai, itu bisa jadi sumber bau apek. Lingkungan lembap di dalam mesin cuci membuat bakteri cepat berkembang biak. -
Menunda Menjemur Setelah Mencuci
Semakin lama kamu menunda menjemur pakaian, semakin besar peluang munculnya bau apek. Pakaian yang basah dan dibiarkan menumpuk akan mudah menjadi sarang bakteri. -
Mesin Cuci Kotor
Mesin cuci yang jarang dibersihkan juga bisa jadi penyebab. Sisa kotoran dan detergen yang menumpuk bisa menjadi tempat bakteri berkembang dan akhirnya menempel di pakaian yang kamu cuci. -
Penggunaan Detergen Berlebihan
Banyak orang mengira semakin banyak detergen, semakin bersih hasil cucian. Padahal, residu detergen yang tidak terbilas justru bisa menahan kelembapan dan menimbulkan bau apek.
Baca Juga: Anies: Busa Tebal di Kali Item Berasal dari Limbah Detergen Rumah Tangga
Cara Mengatasi dan Mencegah Bau Apek pada Pakaian
-
Pastikan Pakaian Kering Sempurna Sebelum Disimpan
Jangan tergesa-gesa melipat atau menyimpan pakaian. Pastikan benar-benar kering, terutama bagian dalam kain seperti lipatan lengan atau kerah. -
Jemur di Area Terbuka dan Berjarak
Atur jarak antar pakaian sekitar 5–10 cm agar udara bisa mengalir dengan baik. Kalau memungkinkan, jemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung untuk membantu membunuh bakteri. -
Gunakan Pewangi Pakaian
Setelah dicuci, tambahkan pewangi pakaian agar aromanya lebih tahan lama. Selain membuat pakaian harum, pewangi juga membantu melembutkan serat kain.
Cara pakainya: rendam pakaian dalam larutan pewangi sekitar 10–15 menit, peras, lalu jemur di bawah sinar matahari. -
Rendam dengan Air Lemon
Air lemon dikenal efektif menghilangkan bau dan membunuh bakteri alami. Campurkan satu gelas air perasan lemon dengan air dan detergen, lalu rendam pakaian sekitar 15–30 menit sebelum dibilas dan dijemur. -
Gunakan Campuran Air Cuka
Campuran air dan cuka putih bisa jadi solusi alami untuk menghilangkan bau apek. Cuka membantu mengangkat residu detergen dan membunuh bakteri penyebab bau.
Caranya, campurkan dua sendok makan cuka putih dengan air bersih, rendam pakaian selama setengah jam, bilas, lalu jemur di bawah sinar matahari. -
Manfaatkan Fitur Pengering di Mesin Cuci
Saat musim hujan, sulit menemukan sinar matahari. Gunakan fitur pengering otomatis di mesin cuci agar pakaian benar-benar kering dan bebas bau. Beberapa mesin bahkan punya mode “extra dry” yang efektif untuk cuaca lembap. -
Bersihkan Mesin Cuci Secara Berkala
Lakukan pembersihan rutin minimal sebulan sekali. Jalankan mode pencucian kosong dengan air panas dan sedikit cuka atau baking soda untuk membunuh bakteri di dalam mesin. -
Gunakan Alat Bantu Pengeringan
Kalau kamu menjemur di dalam ruangan, manfaatkan alat bantu seperti kipas angin, AC, atau dehumidifier untuk mempercepat proses pengeringan dan mencegah bau lembap.
Bau apek pada pakaian memang mengganggu dan bisa bikin tidak percaya diri. Tapi, masalah ini sebenarnya bisa dihindari dengan langkah sederhana mulai dari menjemur dengan benar, menjaga kebersihan mesin cuci, hingga menggunakan bahan alami seperti lemon dan cuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





