AKURAT.CO Sampah plastik telah lama menjadi perhatian global, namun belakangan muncul istilah sampah mikroplastik yang dampaknya dinilai lebih berbahaya.
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang sering kali tidak disadari keberadaannya, tetapi dapat masuk ke lingkungan, rantai makanan, hingga tubuh manusia.
Baca Juga: Temukan Mikroplastik di Air Hujan Jadi Early Warning bagi Pemerintah dan Masyarakat
Pengertian Sampah Mikroplastik
Sampah mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter.
Ukurannya yang sangat kecil membuat mikroplastik sulit dilihat dengan mata telanjang dan hampir tidak bisa disaring secara alami oleh lingkungan.
Mikroplastik tidak mudah terurai.
Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terdegradasi, dan dalam proses tersebut plastik besar akan pecah menjadi potongan yang lebih kecil hingga akhirnya menjadi mikroplastik.
Asal Usul Sampah Mikroplastik
Mikroplastik dapat berasal dari berbagai sumber. Secara umum, mikroplastik dibagi menjadi dua jenis, yaitu mikroplastik primer dan mikroplastik sekunder.
Mikroplastik primer berasal dari produk yang sejak awal dibuat berukuran kecil, seperti butiran plastik pada kosmetik, sabun wajah, scrub, dan produk pembersih tertentu.
Sementara itu, mikroplastik sekunder terbentuk dari pecahan plastik berukuran besar, seperti botol plastik, kantong plastik, atau jaring nelayan yang terurai akibat paparan sinar matahari, ombak, dan gesekan.
Selain itu, aktivitas sehari-hari juga menyumbang mikroplastik, misalnya dari serat pakaian sintetis yang terlepas saat dicuci atau dari abrasi ban kendaraan di jalan raya.
Baca Juga: Hati-hati! Ini 9 Makanan yang Banyak Terkontaminasi Mikroplastik
Dimana Mikroplastik Ditemukan?
Penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan hampir di seluruh lingkungan, mulai dari laut, sungai, dan tanah, hingga udara.
Mikroplastik juga ditemukan dalam air minum, garam dapur, makanan laut, bahkan udara yang dihirup manusia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa mikroplastik bukan lagi masalah lingkungan semata, melainkan telah menjadi isu kesehatan dan keberlanjutan global.
Dampak Sampah Mikroplastik bagi Lingkungan
Bagi lingkungan, mikroplastik dapat membahayakan organisme hidup.
Hewan laut sering kali mengira mikroplastik sebagai makanan, sehingga partikel tersebut masuk ke dalam tubuh mereka.
Akumulasi mikroplastik dapat mengganggu sistem pencernaan, pertumbuhan, hingga reproduksi organisme.
Selain itu, mikroplastik juga berpotensi membawa zat kimia berbahaya atau mikroorganisme yang menempel di permukaannya, sehingga memperparah pencemaran lingkungan.
Dampak Mikroplastik bagi Kesehatan Manusia
Dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, dan udara.
Partikel ini berpotensi memicu peradangan, membawa zat kimia berbahaya, dan mengganggu keseimbangan hormon.
Meskipun belum semua dampaknya dipahami sepenuhnya, keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia menjadi perhatian serius bagi para peneliti dan pembuat kebijakan.
Upaya Mengurangi Sampah Mikroplastik
Mengurangi mikroplastik dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih produk ramah lingkungan, serta menggunakan pakaian berbahan alami dapat membantu menekan jumlah mikroplastik yang dilepas ke lingkungan.
Selain itu, pengelolaan sampah yang baik dan kebijakan pemerintah terkait pembatasan plastik juga berperan penting dalam mengurangi pencemaran mikroplastik.
Sampah mikroplastik merupakan masalah lingkungan yang kompleks dan berdampak luas.
Memahami apa itu mikroplastik dan sumbernya adalah langkah awal untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
Arika Yafi Fawazzain (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







