Lontong Wu Fu dan Doa Lima Kebahagiaan Warnai Perayaan Thay Shang Lao Jun di PIK

AKURAT.CO Tradisi Lontong Wu Fu menjadi salah satu rangkaian utama dalam perayaan Hari Kebesaran Maha Dewa Thay Shang Lao Jun di Kelenteng Tian Fu Gong, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Sejak pagi, relawan dari berbagai kelenteng dan tempat ibadah Tao di Jabodetabek bergotong royong menyiapkan ratusan hingga ribuan porsi Lontong Wu Fu untuk dibagikan kepada umat.
Sajian tersebut tidak sekadar menjadi hidangan bersama, tetapi juga mengandung makna doa dan harapan akan lima kebahagiaan, yakni kesehatan, rezeki, kedamaian, umur panjang, dan keberkahan hidup.
Ketua Umum Yayasan Sanggar Sinar Suci, Soegandi, mengatakan Lontong Wu Fu merupakan simbol penting dalam perayaan Hari Kebesaran Maha Dewa Thay Shang Lao Jun.
"Lontong Wu Fu adalah simbol lontong lima bahagia yang merupakan harapan dan doa dari seluruh umat," ujar Soegandi.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi wujud kebersamaan umat Tao karena seluruh sajian disiapkan secara gotong royong oleh berbagai tempat ibadah di wilayah Jabodetabek.
"Lontong Wu Fu ini dibuat oleh seluruh tempat ibadah di Jabodetabek," katanya.
Semangat kebersamaan juga dirasakan Erna, relawan dari Vihara Amurva Bhumi, Jatinegara.
Ia mengaku mulai memasak sejak dini hari demi menyiapkan ratusan porsi makanan yang akan dibagikan kepada umat.
"Aku dari jam setengah empat pagi bawa 300 porsi," ujarnya.
Baca Juga: Srikandi Jaga Desa Resmi Dilantik, Siap Perkuat Ketahanan Sosial dan Ekonomi Desa
Hal serupa disampaikan Shintawati yang membawa dua jenis sayuran sebagai pelengkap Lontong Wu Fu. Menurutnya, keterlibatan para relawan didorong oleh semangat berbagi kepada sesama.
"Bawa dua macam sayur dan dengan niat yang tulus untuk baksos dengan umat," katanya.
Sementara itu, relawan dari Taokwan Thay Phing King, Abuy, mengatakan seluruh makanan disiapkan dengan penuh ketulusan sebagai bentuk pelayanan kepada umat.
"Saya masaknya dari hati sehingga yang makan bisa senang dan puas," ujarnya.
Selain ibadah dan pembagian Lontong Wu Fu, panitia juga menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, salah satunya Bian Lian Show, seni perubahan topeng khas Sichuan yang mendapat sambutan antusias dari para pengunjung.
Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan pembagian angpao dan doorprize. Anak-anak hingga orang dewasa tampak menikmati suasana perayaan yang memadukan nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan.
Salah seorang pengunjung, Darren, mengaku terkesan dapat mengikuti perayaan tersebut.
"Senang bisa makan dan melihat 12 dewa dewi yang ada di sini," katanya.
Bagi umat Tao, tradisi Lontong Wu Fu menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat akan pentingnya berbagi, mempererat persaudaraan, dan memanjatkan doa demi kehidupan yang penuh berkah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 7Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 8Trump Sindir Iran di Tengah Pemakaman Ali Khamenei: Kami Beri Waktu Seminggu karena Kami Baik
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital







