Apa Itu El Nino? Ini Penjelasan Sederhana dan Dampaknya bagi Cuaca

AKURAT.CO El Nino adalah fenomena alam yang dapat memengaruhi cuaca di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Saat El Nino terjadi, musim kemarau biasanya menjadi lebih panjang, suhu udara terasa lebih panas, dan curah hujan berkurang.
Baca Juga: El Nino Raksasa Diprediksi Pecahkan Rekor, Ilmuwan Waspadai Lonjakan Suhu Global pada 2027
Fenomena ini sering dikaitkan dengan kekeringan, kebakaran hutan, hingga gangguan pada sektor pertanian. Karena itu, memahami El Nino penting agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.
Apa Itu El Nino?
El Nino adalah kondisi ketika suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya.
Perubahan suhu laut tersebut memengaruhi arah angin dan pembentukan awan, sehingga pola hujan di berbagai wilayah ikut berubah.
Akibatnya, ada daerah yang mengalami kekeringan, sementara wilayah lain justru mendapat hujan lebih banyak.
Nama El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "Anak Laki-Laki". Istilah ini pertama kali digunakan oleh para nelayan di Peru untuk menyebut arus laut hangat yang muncul menjelang Natal.
Bagaimana El Nino Terjadi?
Dalam kondisi normal, angin membawa air laut hangat ke wilayah Indonesia dan Australia sehingga kedua kawasan ini sering diguyur hujan.
Namun saat El Nino terjadi, angin melemah sehingga air laut hangat bergeser ke arah Samudra Pasifik bagian timur, dekat Amerika Selatan. Pergeseran ini membuat awan hujan ikut berpindah.
Akibatnya, Indonesia mengalami penurunan curah hujan, sedangkan beberapa wilayah di Amerika justru mendapat hujan lebih lebat.
Dampak El Nino
1. Musim Kemarau Lebih Panjang
Salah satu dampak yang paling terasa di Indonesia adalah musim kemarau yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini membuat pasokan air berkurang di sejumlah daerah.
2. Risiko Kebakaran Hutan Meningkat
Lahan yang kering lebih mudah terbakar. Oleh karena itu, El Nino sering dikaitkan dengan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






