Cara Cek Status Penerbangan yang Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Jangan ke Bandara Dulu!

AKURAT.CO Cara cek status penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau karena perlu dipantau secara berkala.
Sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi operasional bandara dan penerbangan, termasuk menyebabkan keterlambatan, pembatalan, hingga pengalihan rute.
Bagi penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju wilayah terdampak, penting untuk mengecek status penerbangan terlebih dahulu.
Informasi terbaru dapat diperoleh melalui situs atau aplikasi maskapai, bandara, maupun kanal resmi pemerintah.
Lantas, bagaimana cara cek status penerbangan yang terdampak erupsi Anak Krakatau? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan penumpang.
Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Keistimewaan Gunung dalam Al-Qur'an
Cara Cek Status Penerbangan yang Terdampak Erupsi
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan sebaiknya tidak langsung berangkat ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Cek melalui situs resmi maskapai
Buka situs resmi maskapai yang digunakan, kemudian cari menu Flight Status atau Status Penerbangan.
Biasanya penumpang perlu memasukkan:
Nomor penerbangan
Tanggal keberangkatan
Bandara asal atau tujuan
Informasi yang muncul dapat berupa scheduled, delayed, cancelled, diverted, atau informasi perubahan jadwal lainnya.
Baca Juga: Dukung Talenta-talenta Berprestasi, Kemendikdasmen Lanjutkan Pembinaan hingga Ajang Internasional
2. Cek menggunakan kode booking
Selain nomor penerbangan, status perjalanan biasanya dapat diperiksa melalui menu Manage Booking atau My Trip pada situs atau aplikasi maskapai.
Masukkan:
Kode booking/PNR
Nama penumpang sesuai tiket
Cara ini berguna untuk mengetahui apakah tiket mengalami perubahan jadwal, pembatalan, atau pengalihan penerbangan.
3. Pantau informasi dari bandara
Penumpang juga dapat memeriksa akun media sosial dan situs resmi bandara keberangkatan maupun tujuan.
Informasi tersebut biasanya memuat pengumuman terkait penutupan sementara, delay, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan.
4. Pantau informasi resmi Kementerian Perhubungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub secara berkala memberikan informasi mengenai kondisi operasional penerbangan dan bandara yang terdampak.
5. Hubungi customer service maskapai
Jika status di aplikasi atau situs belum berubah, penumpang sebaiknya menghubungi customer service maskapai untuk mendapatkan kepastian mengenai penerbangan dan pilihan penanganannya.
FAQ
1. Bagaimana cara mengetahui penerbangan terdampak erupsi Anak Krakatau?
Penumpang dapat mengecek status penerbangan melalui situs atau aplikasi resmi maskapai menggunakan nomor penerbangan, tanggal keberangkatan, atau kode booking.
2. Apakah penerbangan yang terdampak erupsi pasti dibatalkan?
Tidak selalu. Dampak erupsi dapat berupa keterlambatan, perubahan jadwal, pengalihan rute, hingga pembatalan. Keputusan bergantung pada kondisi keselamatan dan operasional penerbangan.
3. Apa yang harus dilakukan jika penerbangan dibatalkan karena erupsi?
Hubungi pihak maskapai untuk mengetahui opsi yang tersedia, seperti perubahan jadwal, pengalihan penerbangan, atau ketentuan penanganan tiket sesuai kebijakan maskapai.
4. Apakah status penerbangan bisa berubah setelah penumpang mengeceknya?
Ya. Kondisi penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi operasional bandara.
5. Kapan sebaiknya mengecek status penerbangan?
Sebaiknya lakukan pengecekan secara berkala, terutama beberapa jam sebelum keberangkatan dan sebelum menuju bandara.
Kesimpulan
Dalam kondisi erupsi, status penerbangan bisa berubah sewaktu-waktu karena pergerakan abu vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.
BMKG juga menyebut kondisi operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik.
Karena itu, cek kembali status penerbangan beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, terutama jika penerbangan berasal dari atau menuju wilayah yang terdampak.
Saat ini, gangguan akibat erupsi Anak Krakatau telah menyebabkan penutupan sejumlah bandara dan ribuan penerbangan terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




