Akurat Logo

Cara Menjawab Kenapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Ini dengan Meyakinkan

Redaksi Akurat | 15 September 2026, 18:16 WIB
Cara Menjawab Kenapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Ini dengan Meyakinkan
Interview Kerja

AKURAT.CO Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul dalam interview kerja adalah “Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?” atau dalam bentuk yang lebih sederhana, “Kenapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?” Meski terdengar seperti pertanyaan umum, jawaban yang diberikan dapat membantu pewawancara memahami motivasi kandidat, tingkat persiapannya, serta alasan di balik ketertarikannya terhadap posisi yang tersedia.

Pertanyaan ini juga bukan sekadar kesempatan untuk memuji perusahaan. Pewawancara biasanya ingin mengetahui apakah kandidat benar-benar memahami tempat yang dituju atau sekadar mengirimkan lamaran sebanyak mungkin. Karena itu, jawaban yang baik seharusnya tidak berhenti pada kalimat seperti “perusahaannya bagus” atau “saya ingin mencari pengalaman”.

Kandidat perlu menunjukkan alasan yang lebih spesifik sekaligus menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan kepada perusahaan.

Memahami tujuan pertanyaan dari pewawancara

Ketika pertanyaan ini muncul dalam interview, kandidat sebaiknya tidak langsung memikirkan jawaban yang terdengar paling mengesankan. Pahami terlebih dahulu inti yang ingin disampaikan.

Alasan seseorang tertarik pada perusahaan dapat berasal dari banyak hal. Ada kandidat yang tertarik karena bidang industrinya, produk yang dikembangkan, reputasi perusahaan, budaya kerja, kesempatan belajar, atau karena posisi yang tersedia memang sesuai dengan keterampilannya.

Semua alasan tersebut dapat menjadi jawaban yang baik selama disampaikan secara spesifik dan tidak dibuat-buat.

Pewawancara juga dapat melihat apakah kandidat telah melakukan persiapan sebelum interview. Kandidat yang mengetahui bisnis, produk, layanan, atau aktivitas perusahaan akan lebih mudah memberikan alasan yang relevan dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan jawaban umum.

Riset perusahaan menjadi dasar sebelum menyusun jawaban

Sebelum interview, luangkan waktu untuk mengenali perusahaan yang dituju. Informasi dasar dapat diperoleh melalui situs resmi perusahaan, laporan atau publikasi perusahaan, media sosial resmi, hingga pemberitaan yang kredibel.

Tidak perlu menghafalkan seluruh sejarah perusahaan. Fokuskan riset pada informasi yang berkaitan dengan posisi yang dilamar.

Misalnya, jika Anda melamar sebagai content writer di perusahaan teknologi, pahami produk yang ditawarkan, siapa target penggunanya, serta bagaimana perusahaan menyampaikan informasi kepada publik. Dari sana, Anda dapat menjelaskan mengapa bidang tersebut menarik dan bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat digunakan.

Riset semacam ini membuat jawaban terasa personal. Anda tidak hanya mengatakan ingin bekerja di perusahaan tersebut, tetapi mampu menjelaskan alasan yang mendasarinya.

Alasan harus berkaitan dengan posisi yang dilamar

Ketertarikan terhadap perusahaan akan menjadi lebih kuat jika dikaitkan dengan pekerjaan yang Anda incar.

Misalnya, Anda tertarik pada perusahaan karena memiliki produk digital yang menurut Anda menarik. Jangan berhenti di sana. Jelaskan bahwa posisi yang dilamar memberikan kesempatan untuk menggunakan kemampuan yang sudah dimiliki sekaligus berkontribusi pada pengembangan produk atau layanan tersebut.

Hubungan antara perusahaan, posisi, dan kemampuan kandidat menjadi bagian penting dalam jawaban.

Keselarasan dengan visi perusahaan dapat menjadi alasan yang kuat

Visi dan nilai perusahaan dapat menjadi bahan jawaban apabila memang relevan dengan alasan Anda melamar.

Namun, hindari sekadar mengulang kalimat yang terdapat di halaman “Tentang Kami”. Pewawancara kemungkinan sudah mengetahui visi perusahaan tersebut. Yang lebih menarik adalah menjelaskan bagian mana yang membuat Anda tertarik dan mengapa hal itu berkaitan dengan pengalaman atau tujuan profesional Anda.

Sebagai contoh, apabila perusahaan memiliki fokus pada pengembangan pendidikan digital, kandidat yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan, teknologi, atau pengembangan konten dapat menjelaskan ketertarikannya berdasarkan pengalaman tersebut.

Jawaban akan terasa lebih meyakinkan karena terdapat hubungan antara nilai perusahaan dengan perjalanan kandidat.

Reputasi perusahaan dapat menjadi alasan selama disertai alasan yang jelas

Reputasi perusahaan juga dapat digunakan sebagai salah satu alasan. Namun, kalimat seperti “Saya tertarik karena perusahaan ini terkenal” masih terlalu umum.

Akan lebih baik jika kandidat menjelaskan apa yang membuat reputasi tersebut menarik baginya. Misalnya, perusahaan dikenal memiliki produk yang banyak digunakan, memiliki posisi tertentu dalam industrinya, atau memiliki rekam jejak yang memang diketahui kandidat.

Pastikan informasi yang digunakan benar-benar berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Jangan menyebut penghargaan, pencapaian, atau posisi perusahaan di industri jika belum memastikannya.

Baca Juga: Cara Menjawab Mengapa Tidak Bekerja Sesuai Jurusan Kuliah Saat Interview Kerja

Kesempatan berkembang dapat menjadi bagian dari motivasi

Bagi banyak pencari kerja, kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan merupakan alasan penting ketika memilih perusahaan. Hal tersebut dapat disampaikan dalam interview, tetapi sebaiknya tidak membuat jawaban hanya berpusat pada keuntungan pribadi.

Bandingkan dua jawaban berikut.

“Saya ingin bekerja di sini karena perusahaan ini bisa memberikan banyak pengalaman untuk saya.”

Jawaban tersebut tidak salah, tetapi belum menjelaskan bagaimana pengalaman itu berkaitan dengan kebutuhan perusahaan.

Jawaban dapat dibuat lebih kuat dengan menjelaskan keterampilan yang ingin dikembangkan sekaligus kontribusi yang sudah dapat diberikan.

Misalnya:

“Saya tertarik dengan posisi ini karena pekerjaan yang ditawarkan cukup sesuai dengan pengalaman saya dalam mengelola konten. Di sisi lain, saya juga ingin memperdalam kemampuan analisis performa konten. Saya melihat posisi ini memberi ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut sekaligus menggunakan pengalaman yang sudah saya miliki.”

Dengan cara ini, keinginan untuk berkembang tetap muncul tanpa membuat kandidat terkesan hanya mencari tempat untuk belajar.

Produk atau proyek perusahaan dapat memperkuat jawaban

Jika perusahaan memiliki produk, layanan, atau proyek yang memang Anda kenal, hal tersebut dapat menjadi bahan jawaban yang menarik. Sebutkan secara spesifik apa yang membuat Anda tertarik. Setelah itu, hubungkan dengan pengalaman atau keterampilan Anda.

Misalnya, seorang software developer dapat menjelaskan ketertarikannya terhadap produk digital tertentu dan bagaimana pengalaman mengembangkan aplikasi selama kuliah maupun pekerjaan sebelumnya membuatnya tertarik untuk berkontribusi dalam pengembangan produk tersebut.

Contoh tersebut lebih kuat dibandingkan sekadar mengatakan, “Saya tertarik dengan perusahaan karena teknologinya bagus.”

Semakin konkret alasan yang diberikan, semakin mudah pewawancara melihat bahwa ketertarikan kandidat memang memiliki dasar.

Budaya kerja perlu disampaikan berdasarkan informasi yang benar

Budaya perusahaan juga dapat menjadi alasan untuk melamar. Akan tetapi, hindari mengklaim sesuatu yang sebenarnya belum pernah Anda ketahui.

Kalimat seperti “Saya tahu perusahaan ini memiliki lingkungan kerja yang sangat nyaman” bisa menjadi masalah jika kandidat tidak memiliki dasar untuk mengatakannya.

Jika informasi mengenai budaya kerja berasal dari situs perusahaan, pengalaman saat mengikuti proses rekrutmen, atau sumber lain yang kredibel, jelaskan secara proporsional.

Contohnya:

“Saya tertarik dengan cara perusahaan menggambarkan budaya kolaborasinya. Dari beberapa informasi yang saya pelajari, posisi ini juga banyak melibatkan kerja lintas tim. Pengalaman saya bekerja dalam tim selama kuliah dan magang membuat saya cukup tertarik dengan pola kerja seperti itu.”

Jawaban tersebut tetap menunjukkan ketertarikan tanpa mengklaim pengalaman yang belum dimiliki.

Keinginan memberikan kontribusi membuat jawaban lebih seimbang

Salah satu kesalahan yang sering muncul adalah jawaban terlalu berfokus pada apa yang ingin diperoleh kandidat.

“Saya ingin bekerja di sini supaya mendapatkan pengalaman.”

“Saya ingin belajar banyak hal.”

“Saya ingin mengembangkan karier.”

Semua alasan tersebut wajar. Namun, perusahaan juga perlu mengetahui apa yang dapat diberikan kandidat.

Karena itu, setelah menjelaskan alasan tertarik, lanjutkan dengan kontribusi yang realistis. Jika memiliki pengalaman mengelola media sosial, misalnya, jelaskan bagaimana pengalaman tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan posisi yang dilamar.

Tidak perlu menjanjikan perubahan besar atau mengklaim dapat langsung menyelesaikan semua masalah perusahaan. Cukup tunjukkan bahwa Anda memahami kebutuhan posisi dan memiliki kemampuan yang relevan.

Contoh jawaban untuk fresh graduate

Fresh graduate tidak perlu merasa kesulitan hanya karena belum memiliki banyak pengalaman kerja. Pengalaman organisasi, magang, proyek kuliah, penelitian, maupun kegiatan lain dapat digunakan untuk membangun jawaban.

Contohnya:

“Saya tertarik bergabung dengan perusahaan ini karena bidang yang dijalankan cukup dekat dengan pengalaman yang saya dapatkan selama kuliah. Saya pernah mengerjakan beberapa proyek yang berkaitan dengan pengolahan data dan analisis, sehingga posisi ini menurut saya menjadi kesempatan yang baik untuk menerapkan kemampuan tersebut dalam lingkungan kerja. Selain itu, saya tertarik mempelajari bagaimana proses analisis digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis.”

Jawaban tersebut menunjukkan tiga hal: alasan memilih perusahaan, pengalaman yang dimiliki, dan alasan posisi tersebut relevan.

Contoh jawaban untuk kandidat berpengalaman

Kandidat yang sudah memiliki pengalaman kerja dapat membuat jawaban lebih spesifik dengan menghubungkan pengalaman sebelumnya dengan kebutuhan perusahaan.

Contohnya:

“Saya tertarik dengan posisi ini karena selama beberapa tahun terakhir saya bekerja di bidang pemasaran digital dan banyak menangani kampanye berbasis data. Setelah melihat kebutuhan posisi yang ditawarkan, saya merasa pengalaman tersebut cukup relevan. Saya juga tertarik dengan perkembangan bisnis perusahaan di kanal digital dan ingin menggunakan pengalaman yang saya miliki untuk membantu meningkatkan performa pemasaran sekaligus mengembangkan kemampuan saya di lingkungan yang lebih luas.”

Jawaban seperti ini menunjukkan bahwa perpindahan pekerjaan bukan dilakukan secara sembarangan. Ada alasan profesional yang mendasarinya.

Contoh jawaban untuk kandidat yang berpindah bidang

Perbedaan antara jurusan atau pekerjaan sebelumnya dengan posisi yang dilamar bukan otomatis menjadi kelemahan. Kandidat hanya perlu menjelaskan alasan perpindahan secara masuk akal.

Contohnya:

“Latar belakang saya memang bukan dari industri ini. Namun, dalam pekerjaan sebelumnya saya cukup banyak menangani koordinasi proyek dan komunikasi dengan berbagai pihak. Dari pengalaman tersebut saya menyadari bahwa saya tertarik mengembangkan karier di bidang manajemen proyek. Setelah mempelajari posisi yang ditawarkan, saya melihat beberapa keterampilan yang sudah saya miliki dapat diterapkan di sini, sekaligus menjadi dasar untuk mempelajari aspek teknis yang masih perlu saya kembangkan.”

Jawaban tersebut menunjukkan adanya proses berpikir, bukan keputusan pindah bidang secara tiba-tiba.

Contoh jawaban berdasarkan ketertarikan terhadap inovasi

Bagi kandidat yang memang tertarik dengan inovasi, teknologi, atau pengembangan produk, alasan tersebut dapat digunakan selama perusahaan yang dilamar memang memiliki aktivitas yang relevan.

Contohnya:

“Saya tertarik bekerja di perusahaan ini karena perkembangan produk dan teknologi yang sedang dijalankan cukup sesuai dengan bidang yang selama ini saya pelajari. Saya menikmati pekerjaan yang menuntut saya mencari solusi dan mempelajari hal baru. Dengan pengalaman yang saya miliki dalam mengerjakan proyek teknologi, saya berharap dapat berkontribusi dalam tim sekaligus memperdalam kemampuan saya melalui tantangan yang ada di posisi ini.”

Kunci jawaban tersebut bukan pada kata “inovasi”, melainkan alasan konkret mengapa inovasi tersebut menarik bagi kandidat.

Contoh jawaban berdasarkan ketertarikan terhadap bidang industri

Kandidat juga dapat menjadikan industri perusahaan sebagai alasan utama.

Misalnya, seseorang yang melamar ke perusahaan edutech dapat menjelaskan ketertarikannya terhadap teknologi pendidikan karena memiliki pengalaman di bidang pendidikan atau pengembangan konten.

Contohnya:

“Saya tertarik dengan perusahaan ini karena bergerak di bidang teknologi pendidikan, sementara pengalaman saya sebelumnya cukup banyak berkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran. Saya melihat ada peluang untuk menggabungkan pemahaman saya mengenai kebutuhan pengguna dengan kemampuan yang saya miliki di bidang konten. Karena itu, saya merasa posisi ini cukup relevan dengan pengalaman sekaligus arah karier yang ingin saya kembangkan.”

Jawaban tersebut menunjukkan hubungan yang jelas antara industri, pengalaman, posisi, dan tujuan karier.

Jawaban yang sebaiknya dihindari saat interview

Ada beberapa pola jawaban yang sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama. Bukan karena kalimat tersebut selalu salah, tetapi karena informasinya terlalu umum sehingga tidak membantu pewawancara memahami motivasi kandidat.

“Saya ingin bekerja di sini karena perusahaan ini terkenal.”

“Saya tertarik karena gajinya sesuai.”

“Saya ingin mendapatkan pengalaman.”

“Saya sudah lama ingin bekerja di perusahaan ini.”

“Saya membutuhkan pekerjaan.”

Jika alasan sebenarnya memang berkaitan dengan kompensasi atau kebutuhan mendapatkan pekerjaan, kandidat tidak harus berbohong. Namun, jawaban dapat dikembangkan dengan alasan profesional lain yang lebih relevan dengan posisi dan perusahaan.

Misalnya, kompensasi dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi tidak perlu dijadikan satu-satunya alasan ketika pewawancara meminta motivasi bekerja di perusahaan tersebut.

Jawaban yang baik tidak perlu dihafalkan

Persiapan interview bukan berarti menghafalkan paragraf lalu mengucapkannya persis seperti naskah. Cara tersebut justru dapat membuat jawaban terdengar kaku ketika pewawancara memberikan pertanyaan lanjutan.

Lebih baik siapkan tiga atau empat informasi utama: alasan tertarik pada perusahaan, alasan tertarik pada posisi, pengalaman yang relevan, dan kontribusi yang dapat diberikan.

Setelah memahami keempat hal tersebut, sampaikan dengan bahasa sendiri. Dengan begitu, Anda tetap memiliki struktur tetapi terdengar lebih natural ketika berbicara.

Sebelum interview, kenali perusahaan dan posisi yang dituju. Pilih alasan yang benar-benar sesuai dengan ketertarikan Anda, lalu dukung dengan pengalaman atau keterampilan yang relevan. Hindari pujian yang terlalu umum dan jangan mengarang informasi hanya agar jawaban terdengar lebih meyakinkan.

Interview kerja bukan ajang untuk menunjukkan bahwa Anda mengetahui segala sesuatu tentang perusahaan. Yang lebih penting adalah memperlihatkan bahwa Anda memiliki alasan yang jelas untuk melamar, memahami pekerjaan yang dituju, dan memiliki sesuatu yang dapat dikontribusikan.

Mutiara MY (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R