Sunset, Musik, dan Piknik Keluarga, Begini Serunya Sunset di Pantai 2026 di PIK2

AKURAT.CO Hamparan pantai, tikar piknik, anak-anak yang bermain, hingga ribuan suara yang ikut bernyanyi menjadi warna Sunset di Pantai 2026 di Land’s End PIK2.
Festival yang menjadi pengembangan dari Sunset di Kebun tersebut membawa pengalaman menikmati konser dengan cara berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk berdiri di depan panggung.
Mereka bisa memilih tempat duduk, menikmati suasana pesisir, berkeliling ke berbagai aktivitas, kemudian kembali ke area pertunjukan ketika musisi favorit naik ke panggung.
Enam penampil mengisi festival tersebut, yakni Voxxes, Perunggu, Nadin Amizah, Sal Priadi, Raisa, dan Juicy Luicy.
Line-up itu membawa musik dari siang, melewati matahari terbenam, hingga malam di Land’s End PIK2.
Salah satu yang membuat suasana festival terasa berbeda adalah hadirnya keluarga bersama anak-anak.
Penyelenggara memang menyediakan Kiddieland sebagai area bagi anak untuk bermain, belajar, dan melakukan aktivitas kreatif di tengah festival.
Anak berusia di bawah lima tahun juga dapat masuk gratis dengan ketentuan menunjukkan dokumen identitas yang disyaratkan penyelenggara.
Fairus Prameswari datang bersama suami dan putrinya yang berusia enam tahun. Awalnya, ia sempat membayangkan membawa anak ke festival musik akan cukup merepotkan. Pengalamannya di lokasi justru berbeda.
“Anak saya ternyata betah. Dia sempat main, lihat-lihat aktivitas, makan, terus kalau kami mau nonton panggung tinggal balik lagi. Jadi kami sebagai orang tua juga tidak merasa harus memilih antara menemani anak atau menikmati konser,” kata Fairus.
Menurut dia, konsep duduk santai di ruang terbuka membuat pengalaman menonton bersama anak terasa lebih nyaman.
“Biasanya kalau dengar konser saya langsung kepikiran ramai dan berdesakan. Di sini suasananya lebih santai karena bisa piknik dan anak juga punya kegiatan,” ujarnya.
Selain Kiddieland, Sunset di Pantai menghadirkan program Conservation, Natura, Sunset Market, Paket Cinta, serta kegiatan kreatif dan edukasi lingkungan.
Dalam liputan pascaacara, penyelenggara juga menyebut adanya creative market, seni dan kerajinan, area keluarga, kuliner, komunitas, serta program interaktif.
Namun, magnet utama tetap berada di atas panggung. Kezia, 23 tahun, mengaku datang terutama untuk menunggu Sal Priadi.
“Aku memang pengin banget dengar Sal Priadi. Kalau ‘Gala Bunga Matahari’ dibawakan di suasana pantai pas sore atau malam, rasanya pasti beda banget. Itu salah satu alasan aku datang,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









