PIK2 Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Peternakan Terpadu

AKURAT.CO Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui pengembangan kegiatan produktif berbasis potensi lokal.
Salah satunya melalui pembinaan peternakan terpadu yang dijalankan CSR PIK2 bersama Kelompok Ternak APTUR.
Program tersebut mengembangkan beberapa jenis usaha sekaligus, mulai dari budidaya ikan lele, gurame, mujair hingga peternakan kambing.
Pola ini memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk memiliki lebih dari satu sumber kegiatan produktif.
Perwakilan Kelompok Ternak APTUR, Yahya Ansori, mengatakan, kelompoknya selama ini mengembangkan sektor perikanan dan peternakan sebagai bagian dari usaha meningkatkan perekonomian anggota.
“Kelompok kami membudidayakan yang pertama ada ikan lele, kedua gurame, yang ketiga ada mujair, dan juga ternak kambing,” ujar Yahya.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PIK2, kelompok tersebut mendapat pembinaan untuk mengembangkan usaha peternakan dan perikanan yang sudah dijalankan.
Program tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas ternak, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola potensi di lingkungan sekitar menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Keberadaan sejumlah kolam budidaya menjadi salah satu bagian dari pengembangan sektor perikanan. Ikan dipelihara dan dirawat oleh kelompok hingga memasuki masa panen.
Sementara itu, peternakan kambing melengkapi konsep usaha terpadu yang dikembangkan Kelompok Ternak APTUR.
Menurut Yahya, pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok terus tumbuh dan meningkatkan kemampuan dalam menjalankan usaha.
“Kelompok Ternak APTUR merupakan salah satu kelompok binaan yang bergerak dalam bidang usaha peternakan terpadu dengan memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan kegiatan produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih dari 1%, Trump Tolak Proposal Iran Buka Selat Hormuz
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









