Mengenal Ecoprint, Teknik Membuat Motif Kain dari Daun dan Bunga

AKURAT.CO Sindikasi Media Network (SMN) mengikuti workshop ecoprint di Wyndham Garden Yogyakarta untuk mengenal teknik pewarnaan dan pembuatan motif kain menggunakan bahan alami, seperti daun dan bunga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari teknik ecoprint pounding, yakni metode mencetak bentuk dan pigmen tumbuhan ke permukaan kain dengan cara memukul daun atau bunga menggunakan palu kayu.
Teknik ini memanfaatkan karakter alami tumbuhan untuk menghasilkan motif pada kain. Bentuk, tulang daun, dan warna yang tercetak dapat berbeda, bergantung pada jenis tumbuhan serta bahan kain yang digunakan.
Workshop tersebut juga memperkenalkan ecoprint sebagai salah satu teknik kerajinan tekstil yang dapat dikembangkan dalam industri kreatif. Peserta tidak hanya mengenal konsepnya, tetapi juga mempelajari tahapan pembuatan motif secara langsung.
Baca Juga: Pelindo Fasilitasi Pelatihan Ecoprint Untuk Masyarakat Pesisir Denpasar Selatan
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah alat dan bahan untuk membuat ecoprint, antara lain kain katun atau kanvas, daun, bunga, palu kayu, plastik pelapis, air, dan tawas.
Pemilihan daun dan bunga menjadi salah satu tahap yang perlu diperhatikan. Dalam materi workshop, tumbuhan yang digunakan dianjurkan memiliki kandungan air atau klorofil yang cukup serta tidak mengandung terlalu banyak getah agar proses pemindahan pigmen dapat berlangsung dengan baik.
Proses pembuatan dimulai dengan menyiapkan kain sebagai media cetak. Daun atau bunga kemudian disusun di atas permukaan kain dengan posisi tulang daun menempel pada kain.
Setelah susunan motif selesai, tumbuhan ditutup menggunakan plastik. Peserta lalu memukul permukaan tersebut secara merata dengan palu kayu agar bentuk dan pigmen tumbuhan berpindah ke serat kain.
Kain kemudian didiamkan sekitar 15 menit sebelum memasuki tahap pembilasan. Berdasarkan materi workshop, pembilasan menggunakan air tawas dilakukan untuk membantu penanganan warna sekaligus membersihkan sisa tumbuhan yang menempel.
Setelah proses tersebut selesai, kain dijemur hingga kering. Motif yang terbentuk kemudian dapat dilihat pada permukaan kain.
Baca Juga: Kekinian dan Syarat Khas Alam, Ibas Dukung Batik Ecoprint Berkembang
Hasil ecoprint dapat digunakan untuk berbagai produk, mulai dari kain dekoratif, tas, pakaian, aksesori, hingga cendera mata. Setiap produk dapat memiliki tampilan berbeda karena motif yang dihasilkan mengikuti bentuk dan karakter tumbuhan yang digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









