AKURAT.CO Teten Masduki resmi melakukan serah terima jabatan (sertijab) ke Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-2029 di gedung SMESCO, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Dalam sambutannya, Maman meyakini bahwa Indonesia tidak membutuhkan anggaran besar untuk dapat mendongkrak UMKM dalam negeri.
“Kita nggak perlu anggaran yang besar-besar. Kita ada Pertamina, kita ada PLN, kita ada BRI, kita ada BNI, betul tidak? Dan kita ada perusahaan-perusahaan Go Public dan besar yang mereka siap untuk berkontribusi untuk membesarkan UMKM di Indonesia,” tegasnya dalam sambutan serah terima jabatan di Gedung Smesco, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Maman juga mengatakan bahwa dia berkomitmen melanjutkan kinerja yang sudah banyak dilakukan oleh Teten selama menjabat sebagai Menteri Kemenkop UKM selama ini. Menurutnya, Prabowo Subianto memberi amanah ingin memastikan dan melanjutkan transisi pemerintahan yang dibangun di era pemerintahan Jokowi, terkhusus di sektor koperasi dan UMKM.
“Artinya apa? Untuk mendalami atau mengurusi sektor UMKM yang notabene menyerap tenaga kerja yang lebih dari 90 persenan dari tenaga kerja di Indonesia, membutuhkan satu kementerian khusus yang bisa mendalami terkait isu-isu UMKM,” tuturnya.
Dia juga menjelaskan bahwa Prabowo ingin mempercepat akselerasi kehidupan ekonomi melalui UMKM. Lanjutnya, mengingat saat ini jumlah pelaku UMKM sudah sebanyak 60 juta pelaku. “Saya selaku menteri yang baru, mohon doa dan dukungan dari semua pihak, baik internal maupun eksternal, untuk memastikan 60 juta pelaku UMKM di luar sana tersentuh pemerintah,” jelasnya.
Program Prioritas 100 Hari Pertama
Dalam 100 hari pertama, Maman mengatakan akan terlebih dahulu memastikan proses transisi dan perubahan struktur organisasi berjalan lancar. "Itu yang pasti yang paling utama, namun tanpa mengesampingkan aktivitas kebutuhan kita untuk melayani para pelaku-pelaku UMKM," ujarnya.
Adapun dia mendapat pesan dari Prabowo untuk membantu mencapai target optimistis peningkatan ekonomi hingga sampai 8% dengan mengamankan sektor UMKM. "Kita ketahui dari sektor UMKM itu menyumbang tenaga kerja kurang lebih 90-95% dan itu sebagian besar sektornya informil. Artinya kita berkepentingan untuk menjaga sektor informil ini tidak goyang," ungkapnya.
Beberapa PR-nya ke depan adalah satunya adalah memberikan kepastian-kepastian terkait modal, pinjaman modal, dukungqn teknologi, dan hal-hal terkait administrasi. "Itu juga alasan kenapa pemerintahan Pak Prabowo ini memisahkan antara kooperasi dengan UMKM," lanjutnya.
Dengan menunjuk Maman, selain untuk mendorong tenaga kerja, Prabowo menitipkan kurang lebih 60 juta pelaku UMKM untuk terus dikembangkan. "Alhamdulillah di kepemimpinan Pak Teten, beliau sudah banyak sekali achievement dan pencapaian, jadi saya jujur, saya agak mudah kerjanya," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








