AKURAT.CO Banyak pelaku UMKM masih beranggapan peningkatan penjualan harus selalu dibarengi dengan tambahan modal. Padahal, ada cara sederhana yang kerap luput diperhatikan, yakni mengatur jam buka toko secara tepat sesuai kebiasaan pelanggan.
Mengutip dari berbagai sumber, jam operasional yang kurang tepat berisiko membuat toko kehilangan momen belanja paling ramai. Sebaliknya, membuka usaha di waktu yang sesuai dengan pola aktivitas konsumen justru bisa meningkatkan omzet tanpa biaya tambahan.
Di kawasan permukiman, misalnya, aktivitas belanja biasanya meningkat pada pagi hari sebelum berangkat kerja dan sore hingga malam hari setelah jam pulang. Toko yang baru buka terlalu siang berpotensi melewatkan pembeli harian yang rutin berbelanja di jam tersebut.
Baca Juga: Cara Dapat Pinjaman KUR BCA 2025 Rp500 Juta untuk UMKM: Syarat, Skema, dan Tips Lolos
Sementara itu, di area perkantoran dan sekolah, jam makan siang sering menjadi puncak transaksi. Usaha kuliner yang tidak menyesuaikan jam buka dengan waktu tersebut cenderung sulit memaksimalkan penjualan.
Mengatur jam buka juga berdampak langsung pada efisiensi biaya. Toko yang beroperasi di jam sepi tetap mengeluarkan biaya listrik, tenaga kerja, dan operasional lain, meski transaksi minim. Dengan memangkas jam sepi, pelaku usaha bisa menjaga margin keuntungan.
Oleh karena itu, pelaku UMKM disarankan melakukan pengamatan sederhana selama beberapa hari. Catat jam ramai dan jam sepi pembeli, lalu sesuaikan waktu operasional secara bertahap. Cara ini dinilai lebih efektif dibanding membuka toko lebih lama tanpa perhitungan.
Baca Juga: Askrindo Salurkan Klaim Asuransi Mikro untuk UMKM Korban Bencana Sumatera
Di era digital, data transaksi dari pembayaran non-tunai atau catatan penjualan harian juga bisa dimanfaatkan. Pola waktu transaksi konsumen dapat menjadi petunjuk jam buka toko yang paling produktif.
Dengan mengoptimalkan waktu operasional, pelaku usaha dapat meningkatkan penjualan tanpa harus menambah modal. Strategi sederhana ini dinilai relevan di tengah kondisi biaya usaha yang terus meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









