Akurat Logo

UMKM Mau Tembus Pasar Global? Begini Caranya

Esha Tri Wahyuni | 9 September 2026, 22:28 WIB
UMKM Mau Tembus Pasar Global? Begini Caranya
Menteri Perdagangan, Budi Santoso - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara.

Langkah ini diarahkan terutama untuk membantu UMKM yang produknya telah memenuhi standar ekspor, tetapi masih membutuhkan penguatan dari sisi pemasaran dan komunikasi dengan calon pembeli atau buyer global.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, pemanfaatan AI dapat membantu pelaku UMKM menjelaskan produk kepada calon pembeli dari luar negeri.

Baca Juga: DPR Tampung Aspirasi Kades AMJ, Bakal Dibahas dengan Kemendagri

Teknologi tersebut dinilai dapat membuat proses pemasaran produk menjadi lebih mudah, termasuk ketika pelaku usaha harus menjangkau konsumen atau buyer dengan latar belakang bahasa dan pasar yang berbeda.

"Jadi nanti ada pelatihan bagaimana menggunakan teknologi digital, khususnya AI. Cara kita berjualan seperti apa, saya pikir dengan AI nanti lebih mudah kita bisa menembus pasar global," ujar Budi dalam pembukaan Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI bersama Meta di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Budi, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya diperuntukkan bagi UMKM yang sudah berorientasi ekspor.

Pelaku usaha yang masih menyasar pasar domestik juga dapat menggunakan teknologi tersebut untuk memperluas jangkauan penjualan.

Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk membantu UMKM menemukan pasar baru, tetapi juga meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk yang sudah mereka miliki.

Budi mengatakan terdapat sejumlah UMKM Indonesia yang telah melakukan ekspor dan memanfaatkan teknologi digital untuk membantu calon pembeli mengenali serta memahami produk yang ditawarkan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan UMKM tidak selalu berada pada kualitas produknya.

Setelah produk memenuhi persyaratan untuk pasar ekspor, kemampuan memasarkan dan mengomunikasikan produk kepada calon buyer menjadi bagian penting yang perlu diperkuat.

"Produk-produk ini memang sudah memenuhi atau standar ekspor, sehingga sekarang fokus kita adalah bagaimana cara berjualan, bagaimana cara beriklan," kata Budi.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu fokus dalam program pelatihan yang digelar Kemendag. Pelaku UMKM tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi digital, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan dalam aktivitas pemasaran dan periklanan.

Baca Juga: Kemendagri Ingatkan Pemda Tak Asal Naikkan Pajak untuk Tingkatkan PAD

AI dalam konteks ini dapat menjadi salah satu perangkat yang membantu pelaku usaha membuat materi pemasaran, menjelaskan karakteristik produk, serta menyampaikan informasi produk kepada target pasar secara lebih mudah.

Budi menjelaskan pelatihan pemanfaatan teknologi digital dan AI tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Pelatihan sebelumnya telah dilaksanakan di Bandung dan Batam. Kemendag berencana melanjutkan kegiatan serupa secara bergilir di daerah lain karena jumlah UMKM di Indonesia cukup besar.

"Pelatihan ini akan kita lakukan secara bergilir di daerah-daerah, karena UMKM kita jumlahnya banyak," ujar Budi.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM.

Tidak hanya pelaku usaha yang telah memiliki pengalaman ekspor, UMKM di daerah juga didorong untuk meningkatkan kemampuan pemasaran digitalnya.

Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Meta Indonesia dan UMKIndonesia ID dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM.

Pendampingan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, untuk kebutuhan pemasaran dan periklanan.

Pemanfaatan AI menjadi salah satu bagian dari transformasi digital yang tengah didorong kepada UMKM.

Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas bisnis, mulai dari membuat materi promosi hingga membantu menyampaikan informasi produk kepada calon pelanggan.

Bagi UMKM yang menyasar pasar global, kemampuan menjelaskan produk menjadi semakin penting. Calon buyer dari luar negeri perlu memperoleh informasi mengenai produk, spesifikasi, keunggulan, hingga nilai yang ditawarkan sebelum mengambil keputusan pembelian.

Karena itu, Kemendag tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi UMKM. Pemerintah juga mendorong penguatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan kanal digital untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Budi berharap peningkatan kemampuan digital tersebut pada akhirnya dapat memperkuat daya saing UMKM Indonesia. Akses pasar yang lebih luas diharapkan tidak hanya membuka peluang penjualan di dalam negeri, tetapi juga meningkatkan kesempatan produk lokal masuk ke pasar internasional.

"Harapannya tentu dengan penguatan kemampuan digital ini, daya saing UMKM meningkat dan akses pasarnya semakin luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara," kata Budi.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi AI ditempatkan sebagai alat pendukung bagi UMKM untuk mengoptimalkan pemasaran.

Sementara itu, kualitas produk dan pemenuhan standar ekspor tetap menjadi fondasi sebelum pelaku usaha memperluas jangkauan pasarnya.

Kemendag pun mendorong agar pelaku UMKM tidak berhenti pada tahap menghasilkan produk yang memenuhi standar.

Kemampuan memasarkan, beriklan, dan berkomunikasi dengan calon pembeli melalui kanal digital menjadi tahap berikutnya agar produk Indonesia dapat lebih mudah dikenal pasar global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.