Algatek Menang Startup World Cup Indonesia, Siap Bertarung di AS

AKURAT.CO Startup Algatek Karbon Nusantara ditetapkan sebagai Regional Champion Startup World Cup Indonesia 2026. Capaian itu membawa perusahaan rintisan tersebut menjadi wakil Indonesia dalam Startup World Cup 2026 di San Francisco, Amerika Serikat.
Algatek menjadi pemenang setelah bersaing dalam National Final Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Pegasus Tech Ventures di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Algatek harus melewati proses pitching dan penilaian dewan juri sebelum ditetapkan sebagai Regional Champion.
Baca Juga: Startup RI Diburu Investor Global? Ini Syarat yang Didorong Kementerian UMKM
Posisi tersebut membuat Algatek akan mewakili Indonesia dalam ajang Startup World Cup 2026 di San Francisco. Di sana, Algatek akan berhadapan dengan startup dari berbagai negara.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan kompetisi tersebut bukan sekadar ajang untuk memperkenalkan produk startup.
Menurut dia, keterhubungan dengan investor menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemampuan startup dalam mengembangkan skala bisnis.
“Startup membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi dengan pasar, modal, talenta, dan jejaring,” kata Riza di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Dalam kompetisi nasional tersebut, Algatek menjadi satu dari 10 startup yang masuk dalam tahap National Final. Peserta lainnya adalah NutriAI, Logice, LadangGo, Dit Réveille, Indoteknisi, SHEEPIN, RideCheck, Include, dan EasyTax.
Kesepuluh startup tersebut membawa solusi teknologi dari berbagai sektor. Bidangnya mencakup kesehatan, logistik, agrifood, teknologi iklim, ekonomi sirkular, konstruksi, peternakan, manajemen armada, industri, serta akuntansi dan perpajakan.
Kementerian UMKM menilai keberadaan startup dari berbagai sektor tersebut menunjukkan luasnya ruang pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi di Indonesia.
Namun, tantangan startup tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Riza menekankan pentingnya model bisnis yang kuat serta kesiapan perusahaan untuk berkembang secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kemendag Siapkan Branding untuk 500 UMKM, Seleksi Usai TEI 2026
“Startup tidak cukup hanya memiliki produk inovatif, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang kuat dan kesiapan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









