Luhut Minta Kenaikan Pajak Hiburan Ditunda: Belum Ada Urgensi
Atikah Umiyani | 17 Januari 2024, 19:25 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, ikut menanggapi soal wacana kenaikan pajak hiburan yang kini tengah menjadi pembahasan publik.
Luhut mengaku sudah mendengar wacana tersebut sejak lama. Bahkan, ia sempat berinisiatif mengumpulkan sejumlah lembaga terkait untuk bahas hal tersebut.
"Saya sebenarnya sudah mendengar ini sejak beberapa waktu lalu. Sehingga saat itu saya langsung mengambil inisiatif dengan mengumpulkan instansi terkait untuk membahas masalah ini," kata Luhut melalui instagram pribadinya, Rabu (17/1/2024).
Luhut mengaku sangat mendukung jika wacana kenaikan pajak hiburan ditunda terlebih dahulu. Sebab, pemerintah perlu mengkaji lebih dalam agar kebijakan yang diturunkan tidak memberatkan.
"Saya berpendapat wacana ini perlu ditunda dulu pelaksanaannya, untuk kami evaluasi bersama apa dampaknya pada rakyat. Terutama mereka para pengusaha kecil," ujarnya.
Luhut menjelaskan, banyak jenis profesi yang berkaitan dengan bisnis hiburan. Sehingga, banyak pendapatan masyarakat yang akan terganggu jika pajak tersebut dinaikkan. Karenanya, ia menilai bahwa wacana tersebut belum memiliki urgensi.
"Yang perlu masyarakat ketahui adalah, industri hiburan bukan hanya berisi karaoke dan diskotik saja. Ada banyak pekerja yang sumber penghasilannya bergantung pada para penyedia jasa hiburan baik skala kecil sampai menengah. Atas dasar itulah, saya merasa belum ada urgensi untuk menaikkan pajak ini," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo




