Asian Games: Rasa Penasaran Terjawab, Tim Perahu Naga Raih Emas

AKURAT.CO, Kontingen Indonesia berhasil menambah perolehan medali emas di Asian Games Hangzhou 2022. Kali ini emas disumbangkan cabang olahraga (cabor) dayung dari disiplin perahu naga.
Tampil di Wenzhou Dragon Boat Centre, Hangzhou, Chinam Jumat (6/10), tim perahu naga putra Indonesia keluar sebagai yang terbaik pada nomor 1000 meter putra dengan catatan waktu empat menit 31,135 detik.
Catatan waktu yang diraih tim Indonesia mampu mengungguli tuan rumah, China, yang ada di tempat kedua yang hanya berjarak 0,047 detik. Diikuti Myanmar yang menempati posisi ketiga dengan catatan waktu empat menit 32,959 detik.
Baca Juga: Asian Games: Tim Perahu Naga Indonesia Masih Penasaran Kejar Emas
"Setiap ketemu dengan China memang selalu close finish, kalahnya tipis cuma 0,0 sekian detik. Ada sejarah sendiri persaingan dengan China ini sangat-sangat ketat hampir di semua nomor, jadi kalau menghadapi China kita harus all out," kata pelatih tim perahu naga Indonesia, Suryadi.
"Secara umum, semua atlet setiap berlomba memberikan performa yang terbaik. Kemudian perbandingannya dengan prestasi latihan di Jatiluhur dan beberapa uji coba sebelum Asian Games ini, mereka mampu melampaui catatan terbaiknya, rata-rata lebih baik satu sampai dua detik."
Hari ini perahu naga bukan hanya menyumbangkan emas, namun juga satu medali perak yang didapat tim putri ketika tampil di nomor yang sama, 1000 meter putri. Ayuning Tika Vihari dan kolega menjadi yang tercepat kedua dengan catatan waktu empat menit 55,385 detik.
Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games: Dayung Tambah 2 Perak, Indonesia Tertahan Di Peringkat 12
Catatan waktu tim putri Indonesia ini berjarak 3,937 detik dari China yang meraih emas dengan catatan waktu tercepat empat menit 51,448 detik. Sedangkan medali perunggu berhasil diamankan Korea Selatan setelah mencatatkan waktu empat menit 55,668 detik.
Suryadi menerangkan, tim pelatih selalu menyutikkan motivasi kepada seluruh atlet untuk berjuang memberikan yang terbaik. Pesannya kepada para atlet hanya satu, yakni jangan sampai catatan waktu yang didapatkan di Asian Games 2022 berada di bawah catatan waktu latihan.
Tim perahu naga Indonesia sebetulnya menargetkan dua medali emas dari Asian Games Hangzhou 2022 kali ini. Namun, hasil akhir hanya mengantarkan Indonesia meraih satu emas, empat perak dan satu perunggu.
Pun begitu, Suryadi menilai bahwa hasil ini merupakan peningkatan prestasi jika dibandingkan dengan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Di mana pada lima tahunblalu di Indonesia, tim perahu naga hanya mampu meraih dua perak dan dua perunggu.
"Terima kasih untuk semua support dan dukungannya. Tentu kami akan terus berjuang untuk mendapatkan prestasi terbaik, supaya olahraga dragon boat ini bisa naik kasta dan bisa lebih populer lagi di kalangan masyarakat Indonesia," sebut Suryadi.
Tambahan satu emas dan satu perak ini tidak membuat Kontingen Indonesia beranjak dari peringkat 13 klasemen sementara perolehan medali Asian Games Hangzhou 2022 dengan koleksi tujuh emas, 11 perak dan 17 perunggu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








