IOC Putus Semua Lobi, Pencalonan Indonesia sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2036 Terancam Gugur
AKURAT.CO, Komite Olimpiade Internasional (IOC) akhirnya bersikap keras terhadap Indonesia sehubungan penolakan atlet Israel ke Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang digelar pekan ini di Jakarta.
Dalam keterangan di laman resminya, IOC mengeluarkan empat poin yang sebenarnya "menghukum" Indonesia atas penolakan atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik.
Yang paling keras bisa dibilang bahwa IOC memutus seluruh diskusi tentang pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah seluruh perhelatan olahraga internasional di bawah naungan induk organisasi olahraga dunia tersebut.
Baca Juga: IOC Larang Kejuaraan Dunia di Indonesia, Menpora Erick: Kami Pegang Prinsip Sesuai UUD 45
Yakni Indonesia tak bisa melanjutkan lobi untuk penyelenggaraan seperti olimpiade, olimpiade junior, serta acara-acara dan konferensi olimpiade.
"Menghentikan semua bentuk dialog dengan NOC (Komite Olimpiade) Indonesia tentang menyelenggarakan edisi selanjutnya olimpiade, olimpiade junior, acara olimpiade atau konferensi sampai Pemerintah Indonesia menyediakan jaminan memadai kepada IOC bahwa mereka akan memberikan akses kepada seluruh peserta, apapun negaranya, untuk hadir," tulis IOC
Ini jelas merupakan serangan IOC terhadap Indonesia dalam kaitannya dengan isu genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza dalam dua tahun terakhir.
Pasalnya, Indonesia saat ini adalah peserta resmi pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade 2036. Bukan hanya itu, Indonesia juga merupakan salah satu kandidat kuat.
Baca Juga: IOC akan Bicara dengan Pemerintah Indonesia Soal Penolakan Atlet Israel di Kejuaraan Dunia
Sanksi lain yang dijatuhkan IOC adalah menyarankan agar federasi olahraga internasional tak menggelar kejuaraan dunia di Indonesia.
Pernyataan ini mengarah langsung pada Kejuaraan Dunia Artistik yang saat ini sedang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta.
IOC sebelumnya sudah memberikan komentar bahwa mereka menyayangkan penolakan Indonesia atas visa atlet Israel.
Sementara itu, Federasi Senam Internasional (FIG) bertahan dengan sikap Indonesia dengan alasan pemberian visa adalah kuasa pemerintah negara penyelenggara.
Israel sendiri sudah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, CAS menolak dengan argumen yang sama sebagaimana dinyatakan FIG.
Pun demikian, IOC tampaknya membuka celah dialog karena poin terakhir mereka adalah meminta delegasi KOI datang ke markas IOC di Lausanne, Swiss, untuk membahas situasi di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








