Adian Napitupulu Persilakan Tim Kickboxing Indonesia yang Ingin Adukan Insiden di SEA Games 2025 ke BAM DPR

AKURAT.CO, Anggota Komisi X DPR RI Adian Napitupulu menyatakan Tim Kickboxing Indonesia bisa mengadukan perlakuan tidak menyenangkan yang mereka alami saat mengikuti SEA Games 2025 Thailand ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
“Bisa ajukan ke BAM,” ujarnya kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Adian menyampaikan sehubungan dengan hal tersebut, Tim Kickboxing dapat mengirimkan surat pengajuan audiensi ke BAM DPR melalui Sekretariat BAM yang ada di DPR RI.
“Datang ke Sekretariat BAM kasih suratnya dan minta tanda terima,” tuturnya.
Baca Juga: Krisna Bayu Bantah Intimidasi Atlet Kickboxing Indonesia di SEA Games Thailand
Selain ke BAM DPR, menurutnya, Tim Kickboxing Indonesia juga dapat mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) kepada Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, olahraga, sains dan teknologi, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta perpustakaan.
“Kirim surat saja untuk RDPU,” tukasnya.
Diketahui, sebelumnya Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hardian Irfani telah memberikan tanggapan terkait perlakuan tidak menyenangkan berupa dugaan pengusiran paksa (deportasi) Manajer Tim Kickboxing Indonesia Rosi Nurasjati oleh WAKO Konfederasi Asia dari ajang SEA Games 2025 Thailand.
Dia menilai kasus ini menyangkut kehormatan bangsa dan perlindungan warga negara Indonesia di forum internasional.
Lalu Hardian Irfani juga menyambut baik rencana Tim Kickboxing Indonesia yang ingin mengajukan permohonan audiensi dengan Komisi X DPR RI.
“Dengan senang hati kami menerima,” pungkasnya saat dihubungi wartawan pada Senin (22/12/2025).
Sudah Terima Surat Permohonan Audiensi
Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi X Lalu Hardian Irfani menyatakan telah menerima surat permohonan audiensi yang telah diajukan Tim Kickboxing melalui Sekretariat Jenderal DPR RI pada 30/12.
“Sedang disusun,” ujarnya.
Ia menegaskan di pertengahan Januari 2026 akan memanggil tim kickboxing bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk melaksanakan audiensi bersama Komisi X.
Baca Juga: Soal Kisruh Tim Kickboxing di SEA Games, NOC Indonesia Sebut Ada Oknum Langgar Sanksi Federasi Asia
“Sudah masuk. Minggu depan akan kita panggil bersama Menpora,” ucapnya, Selasa (13/1/2026).
“Sudah saya baca, minggu depan kita panggil,” tegasnya.
Namun, sampai saat ini belum ada jadwal audiensi antara Tim Kickboxing dengan Komisi X DPR RI dan pihak terkait. Hal ini membuat Tim Kickboxing Indonesia bertanya-tanya kapan kepastian jadwal audiensi dengan Komisi X DPR RI agar permasalahan yang mereka alami di SEA Games 2025 Thailand menjadi jelas duduk perkaranya.
Sebagai informasi, perlakuan tidak menyenangkan dialami Manajer Kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, saat bertugas di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Rosi yang datang dengan penugasan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI disebut mendapat perlakuan layaknya kriminal oleh WAKO Konfederasi Asia (Konfederasi Kickboxing Asia).
Insiden tersebut terjadi di sekitar venue kickboxing yang berlokasi di Hotel Lasantel Suvarnabhumi, Thailand. Rosi dituding melanggar aturan karena kerap berada di area sekitar venue. Atas tuduhan tersebut, WAKO Konfederasi Asia disebut mengambil langkah ekstrem dengan memaksa Rosi meninggalkan Bangkok.
Mirisnya, peristiwa itu turut melibatkan aparat kepolisian Thailand. Rosi mengaku nyaris ditangkap paksa dan dibawa ke kantor polisi setempat. Bahkan, paspornya sempat hendak diambil secara paksa oleh petugas. Tindakan aparat kepolisian disebut didasarkan pada rekaman CCTV yang menunjukkan Rosi beberapa kali berada di sekitar venue kickboxing.
“Saya diperlakukan seperti penjahat. Ada belasan polisi bersenjata lengkap membawa anjing pelacak dan mobil patroli hendak menyergap saya dan membawa ke kantor polisi setempat,” tutur Rosi Nurasjati saat dihubungi, Minggu (14/12/2025). “Paspor saya juga mau diambil oleh personel kepolisian yang datang ke lokasi,” ungkap Rosi.
Mirisnya, pelatih Tim Kickboxing Indonesia Sadarmawati Icen Simbolon juga ikut terkena imbas. Icen yang saat itu bersama dengan Rosi Nurasjati di lokasi, ID Card-nya ditahan dan paspornya hendak dirampas. Bahkan, para atlet Indonesia juga diancam akan didiskualifikasi jika Rosi Nurasjati tidak menuruti keinginan petinggi WAKO Konfederasi Asia untuk segera meninggalkan Thailand sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





