NOC Indonesia Dorong SEA Games Diikuti Negara Non-ASEAN, Cabang Olahraga Lokal Bakal Dikurangi
Leo Farhan | 24 Desember 2025, 16:44 WIB

AKURAT.CO, Setelah mendapatkan hasil yang memuaskan di SEA Games Thailand 2025, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus mendorong transformasi untuk ajang olahraga regional agar lebih kompetitif dan berorientasi dunia.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa Indonesia bahkan menjadi bagian yang menginisiasi perluasan kepesertaan pesta olahraga Asia Tenggara tersebut melalui ajang olahraga baru bernama "SEA Plus".
Inisiatif itu bertujuan membuka pintu bagi negara-negara di luar sebelas negara anggota Asia Tenggara, termasuk negara dari kawasan Asia Tengah hingga Oseania seperti Bhutan, Fiji, hingga Australia dan Selandia Baru untuk bisa berpartisipasi di "SEA Plus".
Langkah perdana SEA Plus itu, lanjut Okto-sapaan Raja Sapta Oktohari-rencananya dijadwalkan bakal mulai diujicobakan pada gelaran di Filipina 2028 mendatang.
"Kita sudah ikut dalam kaukus baru bernama SEA Plus. Jadi bukan hanya sebelas negara (di Asia Tenggara saja), tapi ditambah negara dari Asia Tengah dan Oseania. Ini akan menjadi ajang dengan ukuran baru agar regional games kita lebih berkualitas dan kompetitif," ujar Okto di kabtornya, Senayan, Jakarta, Rabu (24/12).
Selain memperluas jangkauan peserta, Okto menegaskan pentingnya meninjau ulang cabang olahraga yang nanti akan dipertandingkan. Selama ini, SEA Games kerap terjebak pada ambisi tuan rumah untuk menjadi juara umum dengan memasukkan cabang non-olimpik.
Ke depan, Indonesia mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number. Hal itu krusial agar anggaran besar yang dikeluarkan Pemerintah berbanding lurus dengan lahirnya atlet-atlet yang mampu menembus kualifikasi Olimpiade maupun mendominasi di level Asian Games.
"Potensi cabang olahraga lokal harus dihitung ulang. Prioritas harus pada nomor-nomor Olimpiade agar mendorong lahirnya atlet yang qualified ke level dunia," tegasnya.
Baca Juga: Prestasi Indonesia di SEA Games
Keberhasilan diplomasi internasional juga mulai membuahkan hasil manis. Salah satu pencapaian signifikan adalah keberhasilan NOC Indonesia melobi Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) untuk memecah kelas tanding di Olimpiade LA 2028.
Dampaknya langsung terasa pada SEA Games Thailand lalu. Dua andalan Indonesia, Rizki Juniansyah (79 kilogram) dan Rahmat Erwin Abdullah (88 kilogram), sukses meraih emas di kelas berbeda, bahkan hingga memecahkan rekor dunia.
"Ini menjadi semangat kita menuju Olimpiade LA 2028. Ukuran ini akan kita pastikan lagi nanti pada Asian Games Nagoya 2026," tambah Oktohari.
Pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia finis diperingkat dua dengan raihan total 333 medali lewat rincian 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu, tepat di bawah tuan rumah Thailand yang keluar sebagai juara umum dengan 233 emas, 154 perak, dan 108 perunggu.
Vietnam melengkapi posisi tiga besar dengan raihan 87 emas, 81 perak, dan 110 perunggu. Malaysia mengekor di peringkat empat dengan 57 emas, 57 perak, dan 117 perunggu.
Sementara Singapura melengkapi posisi lima besar dengan 52 emas, 61 perak, dan 87 perunggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









