Australia Terbuka: Usung Balas Dendam! Novak Djokovic Tantang Jannik Sinner Tiket Puncak

AKURAT.CO, Petenis putra asal Serbia, Novak Djokovic, menyadari betul besarnya tantangan yang harus ia hadapi demi merengkuh gelar Grand Slam ke-25 yang bersejarah.
Meski kini dikepung oleh dominasi petenis muda, pemilik 24 gelar Grand Slam ini menegaskan bahwa iatidak akan menyerah begitu saja.
Langkah Novak Djokovic menuju semifinal Australia Terbuka tahun ini terbilang cukup mulus. Petenis berusia 38 tahun tersebut mendapatkan tiket empat besar setelah lawannya, Lorenzo Musetti, memutuskan mundur karena cedera di set ketiga.
Baca Juga: Australia Terbuka: Lorenzo Musetti Segel Perempat Final Perdana, Langsung Lawan Novak Djokovic
Sebelumnya, ia juga melenggang tanpa keringat di babak keempat menyusul mundurnya Jakub Mensik.
Novak Djokovic Hadapi Tembok Besar Jannik Sinner
Keberuntungan Djokovic akan diuji oleh ujian sesungguhnya, yakni sang juara bertahan sekaligus petenis nomor dua dunia, Jannik Sinner. Keduanya dijadwalkan bentrok dalam laga blockbuster di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Melbourne, Australia, Jumat (30/1).
Bagi Novak Djokovic, laga ini bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan misi balas dendam. Ia memiliki catatan buruk dengan lima kekalahan beruntun dari Sinner, termasuk saat dihentikan di semifinal Prancis Terbuka dan Wimbledon tahun lalu.
"Niat dan tujuan saya sangat jelas. Apakah mereka (Sinner dan Alcaraz) bermain lebih baik dari saya saat ini? Ya. Tapi bukan berarti saya akan menyerah begitu saja. Saya akan berjuang hingga pukulan terakhir," kata Djokovic dikutip AFP.
Baca Juga: Australia Terbuka: Berjuang Lawan Kram dan Cuaca Ekstrem, Jannik Sinner Lolos ke 16 Besar
Di sisi lain, Jannik Sinner tetap menaruh hormat setinggi langit kepada sang senior. Petenis Italia berusia 24 tahun itu enggan meremehkan Djokovic meski sedang memegang kendali rekor pertemuan terakhir.
"Dia atlet paling profesional di ruang ganti. Dengan pengalaman segudang, dia tahu cara menangani setiap situasi dengan cara terbaik," kata Sinner.
Carlos Alcaraz Kejar Rekor Carrer Grand Slam
Sementara itu, di bagan semifinal lainnya, Carlos Alcaraz tengah merajut sejarahnya sendiri. Petenis Spanyol berusia 22 tahun ini berambisi menjadi petenis termuda yang meraih Career Grand Slam.
Carrier Grand Slam adalah istilah yang merujuk pada pencapaian seorang petenis yang berhasil menjuarai keempat turnamen Grand Slam (Australia Terbuka, Wimbledon, Rolland Garros, dan Amerika Serikat Terbuka) sepanjang kariernya, tidak harus dalam satu tahun kalender.
Langkah Carlos Alcaraz tidak akan mudah karena ia harus melewati hadangan Alexander Zverev di semifinal. Zverev yang kini tampil tanpa rasa sakit usai pulih dari cedera bahu mulai menunjukkan gaya main ofensif yang mematikan.
"Ini akan menjadi pertempuran hebat. Jika dia (Zverev) ingin mengalahkan saya, dia harus berkeringat deras di lapangan," ungkap Alcaraz.
Duel semifinal ini dipastikan akan menyedot perhatian seluruh dunia sebagai panggung pembuktian antara sang legenda dan para penantang barunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








