Akurat Logo

Tanggapi Polemik Donasi Porturin, Kemenpora Tegaskan Paralimpiade Jadi Sasaran Utama Olahraga Disabilitas

Dian Eko Prasetio | 2 September 2026, 13:42 WIB
Tanggapi Polemik Donasi Porturin, Kemenpora Tegaskan Paralimpiade Jadi Sasaran Utama Olahraga Disabilitas
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono (kanan), saat memberikan keterangan terkait polemik aksi penggalangan dana mandiri yang dilakukan Porturin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio

AKURAT.CO, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan bahwa ajang Paralimpiade merupakan sasaran utama dan tertinggi dalam pembinaan olahraga disabilitas nasional.

Oleh sebab itu, partisipasi atlet di berbagai kejuaraan internasional harus diprioritaskan pada ajang pencarian poin kualifikasi menuju ajang tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, merespons polemik terkait aksi penggalangan dana mandiri yang dilakukan Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin) untuk keberangkatan atlet ke ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia, pada 3–10 Oktober.

"Kejuaraan dunia yang diikuti oleh teman-teman cabang olahraga disabilitas diprioritaskan sebagai ajang untuk memperoleh poin dan peringkat agar bisa lolos kualifikasi pada Paralimpiade," kata Surono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Surono menjelaskan, ajang multi-event di Malaysia yang diinisiasi Porturin tersebut cenderung bersifat festival dan belum tentu diakui secara resmi oleh federasi internasional yang menaungi olahraga tunarungu dunia, yakni International Committee of Sports for the Deaf (ICSD).

https://www.akurat.co/arena/886480/patrin-buka-suara-terkait-isu-atlet-tunarungu-galang-donasi-untuk-kejuaraan-dunia

Atas dasar itu, Kemenpora memfokuskan alokasi dan pemanfaatan dana negara untuk menyokong keikutsertaan atlet pada kejuaraan-kejuaraan resmi yang berada di bawah naungan federasi internasional dan berdampak langsung pada pemeringkatan menuju Paralimpiade.

"Apabila di situ ada poin untuk yang khususnya disabilitas, khususnya untuk babak kualifikasi Paralimpiade, maka itu yang kita utamakan," terangnya.

Siklus Kualifikasi 2026–2027 dan Sinergi Bersama NPCI

Surono menambahkan bahwa kalender kompetisi pada periode 2026 hingga 2027 merupakan fase krusial bagi para atlet disabilitas untuk mendulang poin kualifikasi demi mengamankan tiket ke Paralimpiade.

Guna memastikan efektivitas anggaran serta ketepatan sasaran, penentuan kejuaraan yang diikuti wajib melalui proses konsolidasi, pemetaan potensi, serta perencanaan matang bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan Kemenpora.

Prioritas penuh akan diberikan kepada cabor dan atlet yang berpotensi menyumbang prestasi di multievent utama. Dalam desain pembinaan nasional, ASEAN Para Games diproyeksikan sebagai sasaran awal, diikuti Asian Para Games sebagai sasaran antara, dan berpuncak pada Paralimpiade.

Surono juga memastikan Kemenpora senantiasa berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada NPC Indonesia, baik dari segi alokasi finansial maupun penyediaan fasilitas pemusatan latihan, agar atlet-atlet disabilitas Tanah Air terus mengibarkan bendera Merah Putih di panggung olahraga tertinggi dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.