Akurat
Pemprov Sumsel

​Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, NOC Indonesia Dukung Ketegasan Menpora Erick Thohir

Dian Eko Prasetio | 3 Maret 2026, 21:03 WIB
​Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, NOC Indonesia Dukung Ketegasan Menpora Erick Thohir
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari (kedua dari kanan), saat berbicara kepada media.

AKURAT.CO,Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, dalam mengusut tuntas dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa atlet panjat tebing di lingkungan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun intimidasi adalah pelanggaran serius yang tidak memiliki tempat di dunia olahraga.

Ia memastikan pihaknya akan mengawal proses investigasi internal yang dilakukan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

"Saya sangat prihatin mendengar kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing ini terjadi di Pelatnas. NOC Indonesia mendukung penuh komitmen dan langkah cepat Menpora," kata pria yang akrab disapa Okto tersebut dalam keterangan resminya, Selasa (3/3).

Okto mendesak agar kasus ini diusut secara transparan, profesional, dan berkeadilan.

Menurutnya, lingkungan Pelatnas seharusnya menjadi ruang aman (safe space) bagi seluruh atlet untuk fokus mengejar prestasi, bukan justru menjadi tempat yang mengancam keselamatan mereka.

Sebagai bentuk komitmen nyata, NOC Indonesia telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Safeguarding untuk memantau jalannya investigasi yang sedang berlangsung.

"Lingkungan Pelatnas harus menjadi ruang yang aman. Kami terus berkoordinasi intensif dengan FPTI, Kemenpora, maupun federasi nasional cabor lainnya. Kami tidak kenal kompromi menghadapi kasus kekerasan seksual seperti ini," tegas Okto.

Okto menjelaskan bahwa program safeguarding yang telah diimplementasikan sejak 2024 bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab institusional.

Program ini dirancang untuk memastikan seluruh atlet mendapatkan kesempatan berlatih dalam lingkungan yang inklusif dan bebas ancaman.

Guna memperkuat ekosistem tersebut, NOC Indonesia juga telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh federasi nasional anggota untuk memastikan edukasi dan sosialisasi kebijakan safeguarding berjalan konsisten di tiap cabang olahraga.

"NOC Indonesia berkomitmen mendukung setiap langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem olahraga nasional yang berintegritas, profesional, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.