Prancis Terbuka: Bagas/Fikri ke Final, Apriyani/Fadia Tampil Kurang Agresif

AKURAT.CO - Pasangan ganda putra Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri berhasil memastikan satu tiket final Prancis Terbuka 2023.
Tampil di Glaz Arena, Rennes, Sabtu (28/10) waktu setempat, tiket laga puncak diamankan Bagas/Fikri usai menyingkirkan ganda China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.
Bagas/Fikri harus melewati laga sengit berdurasi 70 menit untuk bisa meraih kemenangan rubber set 21-16, 19-21, 22-20 atas He/Ren.
Sempat menguasai permainan pada set pertama, Bagas/Fikri harus kehilangan set kedua lantaran banyak melakukan kesalahan.
Beruntung, komunikasi baik yang terjalin atntara Bagas dan Fikri mampu menjembatani masalah tersebut hingga akhirnya mereka mampu mengamankan set penentun.
"Kami senang, ini layaknya laga final. Saya banyak melakukan kesalahan di akhir gim kedua," jelas bagas Bagas dari keterangan yang diterima Akurat.co.
"Setelah itu, Fikri mengingatkan saya untuk tidak terlalu memikirkannya. Saya juga berusaha untuk kembali ke permainan terbaik, menahan capek."
"Kami coba lupakan (kekalahan di set kedua). Gim ketiga 0-0 lagi, semangat lagi, fokus lagi," tambah Fikri.
"Di akhir gim penentuan juga kami terkejar lagi, tapi kami tidak mau menyerah, semangat terus."
Bersiap melakoni partai puncak, Bagas/Fikri masih menunggu pemenang laga antara finalis Kejuaraan Dunia 2023, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen atay unggulan delapan, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi.
Sayang, hasil positif yang berhasil diraih Bagas/Fikri masih belum mampu diikuti Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang turun di sektor ganda putri.
Apriyani/Fadia harus mengakui ketangguhan wakil China, Liu Sheng Shu/Tan Ning lewat laga ketat rubber set 15-21, 21-17, 14-21.
Kondisi yang terus menurun mempengaruhi permainan Apriyani/Fadia yang tidak mampu menjaga agresitifas mereka di set penentu
"Kami semppat menemukan ritme kami di gim kedua. Tapi, di gim ketiga hilang lagi, setelah interval gim ketiga," jelas Apriyani.
"Fokus dan kondisi kami menurun sehingga tidak bisa menjaga agresifitas. Sementara merela langsung (bermain) mempercepat tempo."
"Pola permainan kami terbaca, ini jadi pelajaran kalau bertemu mereka lagi," Fadia menambahkan.
"Kami harus lebih konsisten dan bisa mengubah tempo ketika sedang tertekan."
Pun begitu, Indonesia masih berpeluang menambah satu wakil di babak final ajang BWF World Tour Super 750 tersebut.
Pasalnya, Jonatan Christie masih akan berebut tiket babak puncak dengan wakil Singapura, Loh Kean Yew di partai terakhir babak empat besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








