Karel Mainaky Anggap Ganda Putri Indonesia Sudah Cukup Baik, tapi Belum Sesuai Harapan
Leo Farhan | 8 Mei 2025, 20:07 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Sektor Ganda Putri Pelatnas PBSI, Karel Leopold Mainaky, mengakui bahwa penampilan pasukannya di Piala Sudirman 2025 masih belum sesuai dengan apa yang dia harapkan.
Walau demikian, Karel Mainaky tidak menampik bahwa performa Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kolega sudah jauh lebih baik.
Dari lima laga yang sudah dilewati sepanjang babak penyisihan sampai babak semifinal, sektor ganda putri mampu menyumbangkan empat poin. Satu-satunya kekalahan terjadi di partai penentu melawan Korea Selatan di babak empat besar.
"Ya kalau mau bilang sesuai sama harapan sih masih belum, harapan sih maunya menang ya. Dengan pendampingan pertama sih ya, apa yang diterapkan di latihan itu bisa dilakuin di pertandingan, itu sudah oke lah," kata Karel Mainaky di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (7/5).
Satu-satunya kekalahan sektor ganda putri terjadi saat tim pelatih memutuskan untuk menduetkan Amallia Cahaya Pratiwi dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Sayang, pasangan ganda dadakan ini harus takluk dari pasangan peringkat tiga dunia, Baek Ha Na/Lee So Hee, usai melewati laga sengit rubber set selama 91 menit dengan skor akhir 10-21, 21-18, dan 15-21.
Karel mengatakan keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Pasalnya, kondisi pemain yang saat itu paling siap adalah Tiwi dan Fadia sehingga diputuskan merekalah yang tampil menghadapi Baek/Lee di laga krusial.
"Kalau diturunkan itu Ana (Febriana Dwipuji Kusuma) kondisinya kurang bagus, (sementara) Lanny masih tahap perkembangan. Jadi mereka yang siap. Kita mau tembus ke final dan mereka setuju semua," kata Karel.
"Tapi, kalau ke depan saya masih belum (bisa memutuskan apakah akan tetap melanjutkan pasangan ini). Setelah ini kan masih ada (kejuaraan) Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Jadi belum ada pemikiran yang lain."
Indonesia sebenarnya berpeluang cukup besar untuk bisa menembus partai final. Pasalnya, di partai penentu sektor ganda putri pertarungan harus berlangsung hingga tiga set.
Banyak yang menilai bermain rangkap menjadi salah satu alasan Fadia tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya di laga terakhir. Sebelumnya Fadia sudah lebih dulu melakoni laga pembuka di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Karel sendiri menilai bahwa bermain rangkap sebenarnya bukan masalah. Namun, dalam permainan beregu seperti Piala Sudirman, hal tersebut bisa sedikit menjadi kendala lantaran jeda yang terlalu lama.
"Sebenarnya main rangkap tidak masalah. Cuma di beregu kan dia main pertama, harus pemanasan cepat dan tunggu lagi dan main lagi. (Mungkin) itu yang bikin dia badannya (perlu menyesuaikan). Malah saya enggak nyangka dia bisa main seperti itu," kata Karel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








