SEA Games: Mental Drop di Partai Krusial, Ganda Putri Gagal Sumbang Poin di Final
Leo Farhan | 10 Desember 2025, 17:28 WIB

Laporan langsung Akurat.co dari SEA Games Thailand 2025 didukung oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
AKURAT.CO, Sektor ganda putri pelatnas PBSI mendapat sorotan usai gagal menyumbangkan poin pada final beregu putri SEA Games Thailand 2025 di Universitas Thammasat, Bangkok, Rabu (10/12).
Pelatih Kepala Ganda Putri Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, mengakui bahwa faktor mental menjadi hambatan terbesar para pemainnya di panggung penentuan bulutangkis SEA Games Thailand.
Karel Mainaky menyampaikan permintaan maaf atas hasil yang tidak sesuai harapan. Terutama karena Indonesia sebenarnya lebih diunggulkan pada sektor ini.
"Saya minta maaf tidak bisa menyumbangkan poin di ganda putri. Di atas kertas kita unggul, tetapi pertandingan kita tidak tahu," ujar Karel Mainaky usai laga.
Menurutnya, pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang tampil di partai kedua merasakan tekanan tinggi dan belum terbiasa menjalani laga final beregu yang membebani mereka sebagai penyumbang poin penting.
"Rachel/Febi tidak siap secara mental. Mungkin belum terbiasa dibebani poin, karena di final ini seharusnya kita yang menyumbang dua poin dari ganda dan satu dari tunggal," katanya.
"Kalau kemarin tunggal yang harus ambil poin. Sekarang, harusnya salah satu ganda putri bisa mengamankan."
Evaluasi juga diberikan untuk pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang gagal memaksimalkan peluang pada gim penentuan. Karel menilai ketegangan sejak awal membuat para pemain tidak mampu menjalankan instruksi dengan konsisten.
Baca Juga: SEA Games: Sempat Tertinggal 7-12, Putri KW Bangkit dan Sumbang Poin Pertama untuk Indonesia
"Mungkin dari awal sudah tegang, jadi apa yang seharusnya dilakukan tidak bisa diarahkan secara konsisten," ujarnya.
Meski demikian, Karel berharap performa pasukannya di sektor ganda putri dapat kembali bangkit saat memasuki nomor perorangan.
"Di nomor individual saya berharap bisa mencapai hasil terbaik. Kalau bisa all (Indonesian) final lebih baik. Mungkin di individual mereka lebih lepas karena fokusnya untuk diri sendiri," ucapnya.
Dengan hasil ini, Indonesia harus mengevaluasi sektor ganda putri secara menyeluruh sebelum kembali tampil di nomor-nomor berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








