Akurat Logo

Piala Thomas & Uber: Ester Jadi Penentu, Indonesia Segel Juara Grup Tekuk Chinese Taipei

Dian Eko Prasetio | 28 April 2026, 21:06 WIB
Piala Thomas & Uber: Ester Jadi Penentu, Indonesia Segel Juara Grup Tekuk Chinese Taipei
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo, dalam salah satu laga.

AKURAT.CO, Skuad putri Indonesia memastikan diri keluar sebagai juara Grup C Piala Thomas & Uber 2026 setelah menumbangkan Chinese Taipei dengan skor tipis 3-2.

Dalam laga penentuan yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4), Srikandi Merah Putih harus berjuang ekstra keras hingga partai terakhir untuk mengamankan posisi puncak klasemen Grup C Piala Uber kali ini.

Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental para pemain Indonesia, terutama saat harus bangkit dari situasi tertinggal.

Keberhasilan menyapu bersih fase grup Piala Uber dengan status juara memberikan keuntungan strategis bagi Indonesia dalam pengundian babak perempat final.

Langkah Indonesia dimulai dengan sangat positif melalui kapten tim, Putri Kusuma Wardani. Menghadapi Chiu Pin-Chian, Putri menang dua gim langsung 21-17 dan 21-17.

Meski menang, Putri mengaku sempat kesulitan menghadapi taktik lawan di poin-poin kritis.

"Lawan mencoba melambung-lambungkan bola jadi saya agak bingung. Saya berusaha bermain reli. Bermain di laga pembuka itu gampang-gampang susah karena ada tekanan, untungnya dukungan teman-teman di belakang membuat saya bermain enjoy," kata Putri.

Sayangnya, Indonesia sempat kehilangan momentum di dua partai berikutnya. Pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti takluk dengan skor 21-23 dan 13-21 dari Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu.

Kedudukan berbalik menjadi 1-2 untuk keunggulan Chinese Taipei setelah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah dramatis di partai tunggal kedua melawan Lin Hsiang Ti dengan skor 10-21 dan 29-30.

Dhinda yang berjuang hingga poin maksimal di gim kedua mengaku telah berusaha keras keluar dari tekanan, namun kemenangan belum berpihak kepadanya.

"Sayang memang sudah unggul lalu dipaksa setting sampai akhir, saya kurang tahan di poin terakhir. Tapi secara permainan saya merasa lebih baik setelah evaluasi dari laga sebelumnya," jelas Dhinda.

Harapan Indonesia kembali hidup melalui ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Turun di partai keempat saat tim tertinggal, pasangan muda ini sempat memulai laga dengan tegang sebelum akhirnya menang lewat rubber game dengan skor 11-21, 22-20, dan 21-16.

"Puji Tuhan bisa selesai. Awalnya kami tegang banget, banyak mati sendiri di gim pertama. Di gim kedua dan ketiga baru kami bisa menemukan pola," kata Rachel.

"Rasanya tegang banget karena posisi tim tertinggal, tapi alhamdulillah bisa mengatasi," sahut Febi.

Skor imbang 2-2 membuat laga harus ditentukan di partai kelima. Ester Nurumi Tri Wardoyo kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain spesialis beregu yang tangguh.

Menghadapi Huang Yu-Hsun, Ester sempat kalah di gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 15-21, 21-19, dan 21-12.

Kemenangan Ester tersebut memastikan Indonesia menang 3-2 untuk menyandang status juara Grup C.

Dengan hasil ini, Indonesia akan menghadapi runner-up dari grup lain di babak perempat final yang rencananya akan diundi pada 29 April besok.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.