Akurat Logo

Demi Asian Games, PBSI Bongkar Skuad Indonesia di China Masters: Merah Putih Tanpa Alwi dan Fajar/Fikri

Dian Eko Prasetio | 31 Agustus 2026, 20:55 WIB
Demi Asian Games, PBSI Bongkar Skuad Indonesia di China Masters: Merah Putih Tanpa Alwi dan Fajar/Fikri
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, saat tampil menghadapi wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, di laga pertama Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India, Senin (17/8/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) membuat keputusan strategis terkait partisipasi wakil Merah Putih pada ajang BWF World Tour Super 750 China Masters 2026.

Sejumlah pebulutangkis andalan ditarik keikutsertaannya demi fokus persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, mengungkapkan bahwa langkah penarikan ini diambil lantaran jadwal pelaksanaan China Masters 2026 tergolong sangat mepet dengan gelaran Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

"Penarikan beberapa pemain dari China Masters ini karena jaraknya cukup berdekatan dengan Asian Games," kata Eng Hian melalui.keterangan resminya, Senin (31/8/2026).

"Mereka masuk dalam long list Asian Games, sehingga kami perlu mengatur program masing-masing agar persiapannya bisa lebih optimal, termasuk waktu untuk recovery, latihan, dan evaluasi."

Kendati melakukan penyaringan ketat, PBSI tidak membatalkan seluruh wakilnya. Indonesia masih menyisakan empat perwakilan yang tetap berangkat bertanding di Shenzhen, China.

Empat wakil tersebut meliputi atlet tunggal putra Jonatan Christie serta tiga pasangan ganda putra. Di nomor ganda yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan pasangan muda Ali Faathir Rayhan/Devi Artha Wahyudi.

https://www.akurat.co/badminton/879448/asian-games-evaluasi-edisi-sebelumnya-pbsi-targetkan-medali-emas-beregu-putra-di-aichi-nagoya

Eng Hian menegaskan bahwa pemilahan atlet yang tetap tampil dan yang ditarik didasarkan pada analisis kebutuhan fisik serta peringkat masing-masing pebulutangkis.

"Tapi ada juga beberapa pemain yang tetap diturunkan di China Masters. Pertimbangannya karena mereka memiliki kebutuhan untuk menjaga atau menambah poin ranking BWF mereka, sekaligus menjaga match feel dan ritme pertandingan sebelum Asian Games," jelas Eng Hian.

Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa Didi ini menyebutkan bahwa fleksibilitas program sangat diperlukan mengingat tolok ukur kebutuhan setiap pemain berbeda satu sama lain.

"Jadi, programnya memang tidak bisa disamaratakan. Kami melihat kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain," tegasnya.

Mantan pelatih ganda putri ini juga menggarisbawahi bahwa daftar pemain yang dikirim maupun ditarik dari China Masters 2026 belum menjadi jaminan mutlak untuk masuk dalam skuad inti Indonesia di Asian Games 2026 kelak.

"Dan yang perlu digarisbawahi, pemain yang bertanding dan ditarik dari China Masters bukan berarti sudah pasti masuk tim Asian Games. Mereka masih dalam long list dan tetap akan kami evaluasi berdasarkan performa, kondisi fisik dan teknis, serta kebutuhan tim," kata Eng Hian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.