Asian Games: Cicipi Arena Pertandingan, Skuat Bulutangkis Adaptasi Lapangan Dan Shuttlecock

AKURAT.CO, Skuat bulutangkis Indonesia akhirnya mencicipi Binjiang Gymnasium yang merupakan arena Asian Games Hangzhou 2022 pada Selasa (26/9) pagi. Latihan di arena yang terletak di Hangzhou, China, tersebut dihabiskan untuk beradaptasi dengan lapangan dan mengembalikan sentuhan pukulan.
“Latihan pertama seperti biasa, adaptasi dulu dengan keadaan lapangan dan shuttlecock. Karena ini lapangan baru ya, belum pernah bertanding di sini jadi harus cepat menyesuaikan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, di Hangzhou, pagi tadi, sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
“Selain itu, fokus latihannya bagaimana mengembalikan feeling-feeling pukulan dan gerakan. Semua semangat, ini awal yang bagus dan semoga terus dibawa saat pertandingan nanti.”
Baca Juga: Asian Games: Turunkan Kekuatan Penuh, Berapa Target Realistis Indonesia Di Bulutangkis?
Sebagaimana yang dikatakan Rionny, skuat bulutangkis Indonesia dalam kondisi bersemangat pada sesi latihan pertama di arena laga. Namun demikian, pebulutangkis sektor ganda putri baru mendapatkan kesempatan berlatih di Binjiang Gymnasium pada malam nanti.
“Pagi ini anak-anak, kecuali ganda putri ya, latihan pertama di lapangan pertandingan. Ganda putri nanti malam latihannya. Dapat setengah jam satu sektor, cukup lumayan oke. Kondisi juga baik,” kata Rionny menjelaskan.
Indonesia mengirimkan kekuatan penuh dengan 20 pebulutangkis yang terdiri dari sepuluh atlet putra dan sepuluh atlet putri. Dengan komposisi pemain utama tersebut, PBSI mengharapkan Merah Putih bisa meraih tiga emas.
Baca Juga: Asian Games: Bulutangkis Ditarget Raih Tiga Emas, Tumpuan Di Ganda Putra
Tiga emas tersebut ditargetkan bisa datang dari nomor ganda putra, tunggal putra, dan beregu putra. Jika berkaca pada Asian Games 2018 ketika Indonesia menjadi tuan rumah, target di Hangzhou lebih satu emas dari edisi sebelumnya.
Indonesia masih akan menggantungkan harapan di nomor ganda putra karena memiliki Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai duet ranking satu dunia. Di sektor tunggal putra ada Jonatan Christie yang datang dengan status juara bertahan.
Sementara beregu putra boleh diadu mengingat Indonesia dua kali masuk final di Piala Thomas terakhir. Indonesia juara di edisi 2021 dengan mengalahkan China di final namun kalah atas India setahun kemudian.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









