Bos Ducati Akui Merekrut Marc Marquez Timbulkan 'Perpecahan' di Kalangan Penggemar Italia
AKURAT.CO, CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengakui bahwa keputusan timnya merekrut Marc Marquez menciptakan “perpecahan” di kalangan penggemar Ducati dan MotoGP Italia.
Tak lain karena perseteruan lama Marquez dengan jagoan Italia, Valentino Rossi. “Memilih Marc Marquez membuat perpecahan,” kata Claudio Domenicali sebagaimana dipetik dari Crash.
Rivalitas Marc Marquez dan Valentino Rossi adalah salah satu yang paling ikonik dalam sejarah MotoGP. Pada 2015, Marquez membantu Jorge Lorenzo menjadi juara dunia dengan menghalangi Rossi di seri-seri terakhir.
Baca Juga: Fransesco Bagnaia Mengaku tak Dilibatkan Ducati Soal Perekrutan Marc Marquez
Puncaknya terjadi di Grand Prix Malaysia pada Oktober 2015 di Sirkuit Sepang di mana Valentino Rossi dihukum karena dianggap senjaga menyenggol Marc Marquez.
Dampaknya, Rossi dihukum membalap dari baris paling belakang di seri berikutnya di Valencia yang merupakan seri terakhir. Rossi akhirnya harus puas di posisi kedua karena finish di posisi keempat di Valencia sementara Lorenzo menjadi juara.
“Lebih terasa di Italia ketimbang di belahan dunia lain soal kisah (Marquez), caranya membalap dan apa yang terjadi di masa lalu,” kata Claudio Domenicali.
“Apa yang saya lihat adalah tak seorang pun mempertanyakan bakatnya, bebereapa orang punya opini yang spesifik tentang kisah dia.”
Baca Juga: Marc Marquez Sempat Tolak Klausul Kontrak Awal dari Ducati
Ducati memilih Marquez untuk mendampingi Fransesco Bagnaia untuk tim utama musim 2015 sebagai sebuah keputusan yang mengejutkan. Pasalnya, Ducati semula ingin merekrut Jorge Martin yang tampil apik bersama Pramac Racing musim lalu.
Pilihan jatuh untuk Marquez karena Jorge Martin yang juga secara mengejutkan memilih untuk hengkang ke Aprilia. Pada saat yang sama, Marquez membalap untuk tim satelit Ducati, Gresini Racing.
“Itu adalah keputusan yang sulit bagi kami karena kami sangat menyukai Martin,” ucap Domenicali.
“Pada akhirnya pilihannya adalah Marc atau Jorge, yang sudah lama bersama kami dan sangat kuat. Waktu akan memberitahu apakah keputusan ini benar atau tidak.”
Di MotoGP 2024, Bagnaia, Martin, dan Marquez masih bersaing di posisi teratas klasemen sementara. Bagnaia untuk sementara memimpin puncak klasemen dengan selisih sepuluh angka dari Martin di peringkat kedua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





