Cara Mengatur Napas Saat Berlari agar Tidak Cepat Lelah

AKURAT.CO Dalam mengatur napas dengan baik saat berlari dapat membantu menjaga ritme dan membuat aktivitas terasa lebih nyaman. Banyak pemula merasa cepat kehabisan napas karena berlari terlalu cepat, bukan semata-mata karena teknik pernapasan yang salah.
Baca Juga: Hidung Anak Tersumbat? Ini 7 Cara Ampuh dan Aman Bikin Napas Lega
Oleh karena itu, pengaturan napas sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pengaturan kecepatan.
1. Jangan Memulai dengan Kecepatan Terlalu Tinggi
Kesalahan umum ketika mulai berlari adalah langsung berlari dengan kecepatan tinggi.
Ketika intensitas terlalu tinggi, kebutuhan oksigen meningkat dan napas menjadi lebih cepat. Akibatnya, pelari pemula dapat merasa kehabisan napas dalam waktu singkat.
Mulailah dengan kecepatan yang memungkinkan Anda mengontrol napas.
2. Bernapas Secara Teratur
Cobalah menjaga pola napas yang stabil daripada menarik dan mengembuskan napas secara tidak teratur.
Salah satu pola yang dapat dicoba adalah:
Tarik napas selama 2 langkah → buang napas selama 2 langkah.
Pola tersebut sering disebut ritme 2:2.
Namun, tidak ada satu pola napas yang wajib digunakan semua pelari. Jika pola tersebut terasa tidak nyaman, Anda dapat menyesuaikan ritmenya.
3. Gunakan Hidung dan Mulut
Pada intensitas rendah, bernapas melalui hidung dapat terasa nyaman.
Namun, ketika intensitas meningkat, tubuh membutuhkan aliran udara yang lebih besar sehingga bernapas melalui mulut atau kombinasi hidung dan mulut dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
Jangan memaksakan diri hanya bernapas melalui hidung jika hal tersebut membuat Anda kesulitan mendapatkan udara yang cukup.
4. Fokus pada Embusan Napas
Sebagian orang terlalu fokus menarik napas tetapi kurang memperhatikan pengeluaran napas.
Cobalah mengembuskan napas dengan baik sehingga udara yang telah digunakan keluar dari paru-paru sebelum mengambil napas berikutnya.
Pola yang stabil dapat membantu menjaga ritme selama berlari.
5. Sesuaikan Napas dengan Langkah
Menghubungkan pola napas dengan langkah dapat membantu menjaga ritme.
Contohnya:
Langkah kanan – kiri → tarik napas
Langkah kanan – kiri → buang napas
Jika intensitas meningkat, pola dapat berubah sesuai kebutuhan tubuh.
Yang terpenting adalah napas tetap nyaman dan tidak dipaksakan.
Baca Juga: Kalahkan Maraton, Goodie Bag Alfamart Run "Berlari" Menempuh Perjalanan 570 Kilometer ke Yogya
6. Gunakan Talk Test
Salah satu cara sederhana mengetahui apakah kecepatan lari terlalu tinggi adalah dengan mencoba berbicara.
Jika masih dapat mengucapkan beberapa kalimat pendek, intensitas kemungkinan masih cukup terkendali.
Jika hanya mampu mengucapkan beberapa kata karena sangat kehabisan napas, kurangi kecepatan atau beralih sementara ke jalan.
7. Perhatikan Postur Tubuh
Postur yang baik dapat membantu proses pernapasan.
Saat berlari:
Jaga tubuh tetap relatif tegak
Jangan terlalu membungkuk
Rilekskan bahu
Hindari mengepalkan tangan terlalu kuat
Biarkan gerakan tangan tetap alami
Postur yang terlalu tegang dapat membuat aktivitas terasa lebih berat
8. Latih Pernapasan di Luar Sesi Lari
Kemampuan mengontrol napas dapat dilatih secara bertahap.
Latihan sederhana yang dapat dilakukan adalah duduk atau berbaring dengan rileks, kemudian menarik napas secara perlahan dan mengembuskannya dengan terkontrol.
Tujuannya bukan menahan napas selama mungkin, tetapi membangun kebiasaan bernapas dengan tenang dan teratur.
9. Jangan Panik Ketika Napas Mulai Cepat
Napas yang lebih cepat saat berlari merupakan respons normal tubuh terhadap meningkatnya kebutuhan energi.
Jika napas mulai terlalu berat, jangan memaksakan diri. Kurangi kecepatan atau berjalan selama beberapa menit sampai napas kembali lebih terkendali.
Setelah itu, Anda dapat mulai jogging kembali dengan kecepatan yang lebih rendah.
Jika Selalu Cepat Kehabisan Napas
Jika Anda selalu mengalami kehabisan napas meskipun berlari dengan intensitas ringan, atau mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, pingsan, atau sesak yang tidak biasa, jangan memaksakan latihan.
Kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada masalah yang mendasarinya.
Agar tidak cepat lelah saat berlari, jangan hanya fokus pada teknik pernapasan, tetapi juga atur kecepatan sesuai kemampuan tubuh.
Bernapas secara teratur, menggunakan hidung dan mulut sesuai kebutuhan, menjaga postur tetap rileks, serta menyesuaikan napas dengan langkah dapat membantu membuat jogging lebih nyaman.
Bagi pemula, rasa ngos-ngosan dapat dikurangi dengan memulai secara perlahan dan meningkatkan intensitas latihan secara bertahap.
Dengan latihan yang konsisten, tubuh akan semakin terbiasa dan kemampuan berlari dapat meningkat.
Sonia Happytrie Setia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





