90 Orang Ditangkap, 10 Terluka dalam Bentrokan Suporter Copa Sudamericana

AKURAT.CO Pertandingan Copa Sudamericana antara klub Argentina Independiente dan tim tamu Universidad de Chile diwarnai kerusuhan hebat yang berujung pada 10 orang terluka dan 90 orang ditangkap. Insiden ini terjadi pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Libertadores de América, Buenos Aires, Rabu (20/8/2025).
Kronologi Bentrokan di Stadion
Kerusuhan pecah sejak babak pertama ketika suporter Universidad de Chile melemparkan batu, botol, kursi, hingga tongkat ke arah tribun tuan rumah. Situasi makin memanas ketika sebuah granat kejut dilemparkan dari kerumunan.
Pada menit ke-48, saat skor masih imbang 1-1, wasit memutuskan menghentikan laga. Pertandingan kemudian resmi dibatalkan, meski Universidad de Chile sebelumnya unggul agregat 1-0 setelah menang di leg pertama.
Dalam suasana kacau, seorang suporter tim tamu bahkan melompat dari tribun untuk menyelamatkan diri dari serangan lawan. Beberapa pendukung Universidad de Chile juga dipukuli dan ditelanjangi setelah suporter Independiente berhasil menyerbu tribun tandang.
Polisi Argentina mengonfirmasi telah menahan 90 orang yang dianggap sebagai provokator kerusuhan. Dari pihak korban, 10 orang dilaporkan terluka, termasuk kasus luka tusuk yang disebutkan oleh Duta Besar Chili untuk Argentina, José Antonio Viera-Gallo. Ia juga menegaskan ada korban yang mengalami luka serius, meski belum jelas kewarganegaraannya.
Reaksi Pemerintah dan Klub
Presiden Chili Gabriel Boric mengecam keras kerusuhan tersebut. Melalui media sosial, ia menuntut agar para pelaku segera diadili dan menilai pihak penyelenggara lalai dalam mengatur keamanan.
Dari kubu Argentina, Presiden Independiente Néstor Grindetti menyalahkan suporter Universidad de Chile, menyebut tindakan mereka sebagai perilaku yang “sungguh tercela.”
Kedua klub sama-sama mengutuk aksi kekerasan ini. Para pemain pun sempat mencoba menenangkan massa, namun gagal. Pemain internasional Chili yang kini memperkuat Independiente, Felipe Loyola, menulis di media sosial: “Tingkat kekerasan ini tidak bisa ditoleransi. Saya tidak tahu di mana polisi berada.”
Kerusuhan di laga Independiente vs Universidad de Chile menambah daftar panjang kekerasan dalam sepak bola Amerika Selatan. Pada April lalu, dua orang tewas akibat bentrokan suporter dengan polisi di luar Stadion Monumental, Santiago, sebelum pertandingan Copa Libertadores antara Colo Colo (Chili) melawan Fortaleza (Brasil).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







