Soal Sanksi FIFA terhadap Malaysia, Erick Thohir Tegaskan Indonesia Tak Campuri Negara Lain

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Indonesia tidak ikut campur terkait sanksi FIFA terhadap Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM).
Bantahan ini disampaikan Erick Thohir menyusul pihak Malaysia menilai ada pihak luar yang mengintervensi FIFA akan hukuman tersebut.
Erick Thohir memastikan bahwa Indonesia justru saat ini sedang fokus dalam peningkatan olahraga. Oleh sebab itu Indonesia tidak akan ikut campur urusan negara lain apalagi melakukan intervensi seperti yang dituduhkan Malaysia.
Baca Juga: Ketua NOC Indonesia Bantah Indonesia Terlibat Sanksi FIFA terhadap Malaysia
“Tapi mohon maaf kalau kami di Indonesia ingin olahraga maju. Ingin sepakbola bagus, ingin bulutangkisnya bagus, pencak silatnya mendunia. Tapi kita tidak intervensi, tidak ikut campur isu negara lain,” kata Erick Thohir di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/9).
FIFA menjatuhkan hukuman terhadap FAM dan juga tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia pada Jumat (28/9).
FIFA memberikan sanksi dan denda karena FAM dinilai melanggar pasal 22 Kode Disiplin FIFA tentang pemalsuan dokumen terkait kelayakan naturalisasi pemain Timnas Malaysia. Terhadap tujuh pemain dkenakan larangan beraktivitas selama 12 bulan di dunia sepakbola.
Ketujuh pemain Timnas Malaysia itu adalah Jon Irazabal Iraurgui, Gabriel Felipe Arrocha, Hector Alejandro Hevel Serrano, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Facundo Tomas Garces, dan Joao Victor Brandao Figueiredo. dilarang beraktivitas selama 12 bulan di dunia sepakbola.
Ada juga beberapa tuduhan dari pihak Malaysia yang mengarah terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sebagai dalang di balik hukuman ini.
Sebab belum lama ini Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di New York, Amerika Serikat. Sementara Erick Thohir dinilai memiliki hubungan dekat Infantino.
Baca Juga: Skandal Pemain Naturalisasi dan Guncangan Sakralitas Identitas Kewarganegaraan Malaysia
Putra mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, bahkan mengatakan bahwa Indonesia adalah penyebab sanksi yang diberikan oleh FIFA untuk Malaysia.
Erick Thohir merespons dengan mengatakan bahwa dalam pertemuan rabowo Subianto dengan Gianni Infantino tidak menyinggung negara lain.
“Saya ingin menyampaikan bahwa Presiden ingin standardisasi organisasi olahraga Indonesia itu skala internasional," ucap Erick Thohir.
"Artinya apa? Bagaimana semua punya KPI, tolok ukur yang jelas dan jangan sampai atlet menjadi korban. Ini standar yang dilakukan Bapak presiden.”
Erick mengatakan bahwa pertemuan Presiden Prabowo tidak hanya dengan petinggi FIFA. Sebab Prabowo juga bertemu dengan tokoh olahraga dunia lainnya.
“Bapak Presiden melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh olahraga di dunia. Memang diawali dengan FIFA, nanti ada IOC dan ada yang lainnya,” kata Erick Thohir.
“Pembicaraan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Gianni jelas mengenai sepakbola Indonesia. Tidak bicara mengenai negara lain.”
Erick pun menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ikut campur dengan politik yang berlangsung di negara lain.
“Jadi pembicaraan Presiden seperti itu dan kami dari Kemenpora atau saya pribadi kita menghargai semua negara di Asia Tengara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai itu,” tegas Erick Thohir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







