Komite Wasit Istirahatkan Wasit Bermasalah di Putaran Pertama Super League 2025-2026

AKURAT.CO, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, akhirnya angkat suara menanggapi polemik perwasitan yang terus menjadi sorotan sepanjang bergulirnya kompetisi nasional.
Pria asal Jepang tersebut secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada klub-klub Super League dan Championship yang merasa dirugikan akibat keputusan wasit di lapangan.
Yoshimi Ogawa mengakui, kesalahan pengambilan keputusan masih kerap terjadi dan dalam sejumlah kasus berdampak langsung terhadap hasil pertandingan.
Baca Juga: Imbas Gol Kontroversi Garudayaksa FC , Komite Wasit PSSI Minta Maaf Kepada Bekasi City
Meski demikian, Ogawa tidak membeberkan secara rinci laga-laga yang dinilai bermasalah. Ia hanya menyinggung satu contoh, yakni pertandingan yang melibatkan FC Bekasi City, yang disebut dirugikan setelah kebobolan gol kontroversial dari Garudayaksa FC melalui situasi tendangan sudut.
“Sejauh ini kami menyadari memang ada beberapa kesalahan yang berdampak pada hasil pertandingan,” ujar Ogawa kepada awak media di Jakarta, Rabu (21/1).
“Atas hal tersebut, kami sungguh-sungguh meminta maaf kepada klub-klub yang terdampak."
Lebih lanjut, Ogawa menegaskan bahwa fokus utama Komite Wasit PSSI saat ini adalah meminimalkan perbedaan interpretasi di antara para pengadil lapangan.
Menurutnya, banyak keputusan kontroversial bukan lahir dari niat buruk, melainkan perbedaan sudut pandang dan pemahaman wasit dalam membaca situasi pertandingan.
Baca Juga: Wasit Jepang Yudai Yamamoto Sebut Atmosfer Bikin Kompetisi Indonesia Lebih Emosional
Pria berusia 66 tahun itu menilai penyamaan standar pemahaman wasit di seluruh level kompetisi menjadi langkah paling krusial yang harus segera dibenahi.
“Ada satu hal penting yang harus kami lakukan, yaitu mengurangi perbedaan pemahaman dan interpretasi di antara para wasit,” kata Ogawa.
“Itulah sebabnya edukasi dan pembinaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan."
Terkait evaluasi secara menyeluruh, Ogawa tak menutup mata terhadap kondisi yang ada. Ia mengakui kualitas perwasitan saat ini masih jauh dari kata ideal berdasarkan laporan dan data yang diterima Komite Wasit PSSI.
Kesalahan pengambilan keputusan disebut masih cukup sering terjadi, termasuk dalam penggunaan Video Assistant Referee (VAR), baik pada momen yang seharusnya mendapat intervensi teknologi maupun situasi yang justru tidak memerlukan campur tangan VAR.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






