Kualitas Rumput JIS Bikin Permainan Tak Maksimal, Jordi Amat Berharap Persija Kembali Berkandang di GBK

AKURAT.CO, Bek Persija Jakarta, Jordi Amat, menyuarakan harapannya agar timnya kembali bermarkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, untuk sisa laga kandang musim ini.
Jordi Amat menilai stadion tersebut lebih mendukung permainan Macan Kemayoran dibandingkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai venue yang digunakan saat ini.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Persija memang harus menggunakan Jakarta International Stadium sebagai kandang.
Namun, kondisi lapangan di stadion tersebut dinilai belum ideal dan cukup memengaruhi performa tim di atas lapangan.
Jordi Amat secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kualitas lapangan di JIS.
Ia menyebut pantulan bola yang tidak stabil membuat permainan menjadi sulit dikontrol, bahkan kerap mengganggu ritme permainan tim.
"(Lapangan) sangat buruk. Bola memantul terus-menerus. Kadang melaju cepat, kadang sangat lambat. Bola tidak bergulir lurus," kata Jordi Amat di JIS akhir pekan kemarin.
"Bisa dilihat sendiri, rasanya seperti sedang memainkan olahraga lain."
Situasi tersebut dinilai berdampak langsung pada hasil pertandingan. Dalam dua laga kandang terakhir di JIS, Persija hanya mampu bermain imbang. Yakni saat menghadapi Borneo FC Samarinda dan Dewa United Banten FC.
Catatan tersebut memperpanjang tren kurang maksimal Persija saat bermain di JIS.
Sepanjang musim ini, mereka telah menjalani enam laga kandang di stadion tersebut dengan hasil dua kemenangan dan empat kali imbang.
"Jadi saya tidak tahu kenapa kami main di sini. Saya rasa ini merugikan kami. Kami memainkan sepakbola yang bagus, tapi ini bukan alasan," kata Jordi Amat.
"Kami sudah tahu risikonya dan sudah mencoba yang terbaik."
Sebaliknya, performa Persija jauh lebih meyakinkan ketika bermain di SUGBK.
Dari lima pertandingan yang digelar di sana, Macan Kemayoran mampu meraih empat kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.
Selain itu, Persija juga sempat menggunakan Stadion Manahan sebagai alternatif kandang.
Hasilnya cukup positif karena mereka berhasil menyapu bersih dua pertandingan dengan kemenangan.
Terakhir kali Persija tampil di SUGBK adalah saat menghadapi Arema FC pada 8 Februari 2026.
Setelah itu, stadion kebanggaan Indonesia tersebut dipersiapkan untuk menggelar FIFA Series 2026 yang berlangsung pada akhir Maret.
Di sisi lain, hasil imbang di kandang membuat Persija gagal memangkas jarak dengan Persib Bandung di puncak klasemen.
Kedua tim saat ini terpaut enam poin dengan kompetisi yang masih menyisakan sembilan pertandingan.
Meski begitu, Jordi Amat tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama rekan setim akan berjuang maksimal di sisa musim, termasuk dalam empat laga kandang yang masih tersisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









