Akurat Logo

Soal Nasib Fadly Alberto di Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto Tunggu Putusan Komdis PSSI

Zainal Hasan | 29 April 2026, 19:36 WIB
Soal Nasib Fadly Alberto di Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto Tunggu Putusan Komdis PSSI
Pelatih Timnas Indonesia U-20 dalam salah satu sesi wawancara. ANTARA

AKURAT.CO, Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, belum menutup pintu bagi Fadly Alberto untuk kembali mendapat kesempatan di level tim nasional. Namun, ia masih menanti keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Fadly Alberto memang menggemparkan jagat dunia sepakbola Indonesia. Tak lain karena ia melakukan tendangan kungfu dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United.

Saat ini, Fadly masih menunggu keputusan dari Komite Disiplin PSSI terkait sanksi yang akan dijatuhkan atas insiden tersebut.

Ya, kami semua tahu situasi yang dialami Alberto dan saya sangat menyayangkan hal tersebut,” kata Nova Arianto di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (29/4/26).

Nova menegaskan bahwa dirinya tidak membenarkan tindakan yang dilakukan sang pemain.

Namun, ia melihat kejadian ini sebagai momen pembelajaran penting, terutama mengingat usia Fadly yang masih muda.

“Tetapi saya tidak mewajarkan. Alberto adalah pemain muda dan saya pikir ini menjadi pelajaran yang baik untuknya,” ujarnya.

Menurut Nova, aspek non-teknis seperti sikap dan kedisiplinan menjadi perhatian utama dalam proses seleksi pemain.

Hal itu akan menjadi pertimbangan penting selain kemampuan di atas lapangan.

“Ke depan, tim nasional akan memanggil pemain yang tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga attitude yang baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nova menyebut pihaknya belum mengambil keputusan final terkait masa depan Fadly di tim nasional. Semua masih bergantung pada hasil sidang Komdis PSSI.

“Kami masih menunggu hasil dari Komdis. Setelah itu baru kami melihat situasinya ke depan,” kata Nova.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.