Akurat Logo

Didenda AFC Rp3,5 Miliar, Persib Bandung Rugi Finansial dan Reputasi di Asia

Zainal Hasan | 15 Mei 2026, 16:27 WIB
Didenda AFC Rp3,5 Miliar, Persib Bandung Rugi Finansial dan Reputasi di Asia
Pesepakbola Persib Bandung, Sergio Castel (kanan) berjalan sambil memegang kepalanya usai pertandingan melawan Ratchaburi FC pada 16 besar AFC Champions League Two di Stadion GBLA, Bandung, Rabu (18/2/2026). ANTARA/Novrian Arbi

AKURAT.CO, Persib Bandung menyampaikan kekecewaan mendalam setelah menerima sanksi berat dari AFC akibat insiden yang terjadi seusai pertandingan melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 di ajang AFC Champions League Two 2025-2026.

Berdasarkan keputusan AFC Disciplinary and Ethics Committee tertanggal 13 Mei 2026, klub berjuluk Maung Bandung itu dijatuhi hukuman denda sebesar USD200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar. Tak hanya itu, Persib juga mendapat sanksi penutupan stadion untuk laga kandang di kompetisi AFC.

Manajemen Persib menegaskan tetap menghormati keputusan yang dijatuhkan AFC sebagai bagian dari komitmen klub terhadap profesionalisme sepakbola internasional.

"Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level sepakbola Asia, Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepakbola internasional," tulis pernyataan resmi Persib, Jumat (15/5/2026).

Meski menerima keputusan tersebut, Persib mengaku sangat menyayangkan insiden yang terjadi. Menurut klub, situasi itu seharusnya bisa dihindari sehingga tidak menimbulkan kerugian besar bagi tim.

Persib menilai hukuman yang diberikan AFC tidak hanya berdampak pada kondisi finansial klub, tetapi juga memengaruhi reputasi serta perjalanan tim di kompetisi Asia.

"Nilai denda yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar, ditambah potensi kehilangan pendapatan pertandingan akibat hukuman tanpa penonton, merupakan kerugian yang sangat besar bagi klub," lanjut pernyataan tersebut.

Maung Bandung menegaskan dana sebesar itu seharusnya dapat digunakan untuk pengembangan klub, mulai dari peningkatan fasilitas, pembinaan jangka panjang, hingga memperkuat daya saing tim di level Asia.

"Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas operasional, hingga memperkuat daya saing tim agar Persib dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia," tulis Persib.

Selain kerugian finansial, Persib juga menyoroti dampak yang dirasakan Bobotoh. Klub menilai selama beberapa tahun terakhir, suporter Persib telah menunjukkan perubahan positif dengan dukungan yang lebih tertib dan dewasa.

Karena itu, manajemen sangat menyayangkan adanya tindakan segelintir oknum yang dinilai justru merusak citra positif yang sudah dibangun bersama.

"Yang paling kami sesalkan, kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh Bobotoh secara luas," tulis Persib.

"Karena itu, sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab."

Persib juga menegaskan bahwa sanksi ini turut menjadi kerugian bagi sepakbola Indonesia. Sebab, Maung Bandung saat ini merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berlaga di AFC Champions League Two musim 2025-2026.

"Persib saat ini merupakan satu-satunya klub perwakilan Indonesia yang berkompetisi di AFC Champions League Two 2025-2026," tulis Persib.

"Karena itu, setiap perjalanan dan pencapaian Persib di level Asia seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang dijaga secara kolektif, bukan justru dirugikan oleh tindakan yang menghambat langkah dan cita-cita besar yang sedang diperjuangkan bersama."

Dalam kesempatan itu, Persib juga mengingatkan bahwa kompetisi internasional memiliki aturan keamanan dan disiplin yang jauh lebih ketat dibanding kompetisi domestik.

"Persib ingin menegaskan bahwa kompetisi internasional memiliki standar regulasi, keamanan, dan disiplin yang sangat ketat," tulis Persib.

"Satu tindakan emosional dalam beberapa menit dapat memberikan dampak panjang terhadap masa depan klub, pemain, dan jutaan Bobotoh lainnya."

Sebagai tindak lanjut, Persib memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk penguatan sistem keamanan dan manajemen risiko laga.

"Di sisi internal, Persib juga akan melakukan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, hingga langkah-langkah preventif lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," tulis Persib.

Menutup pernyataannya, Persib menegaskan bahwa dukungan terhadap klub harus diwujudkan dengan rasa tanggung jawab demi menjaga nama baik tim di level Asia.

"Persib percaya bahwa cinta terhadap klub harus diwujudkan melalui tanggung jawab," kata Persib.

"Persib adalah kebanggaan Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia. Menjaga kehormatan serta masa depan klub ini di level Asia adalah tanggung jawab bersama."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.