Akurat Logo

Diky Soemarno Pamit, Laga Persija vs Semen Padang Panggung Terakhir

Zainal Hasan | 18 Mei 2026, 13:40 WIB
Diky Soemarno Pamit, Laga Persija vs Semen Padang Panggung Terakhir
Diky Soemarno dalam salah satu laga Persija Jakarta semasa menjadi Ketua Umum The Jakmania. X/Wall Pass Journal

AKURAT.CO, Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, resmi berpamitan setelah enam tahun memimpin organisasi suporter Persija Jakarta.

Laga kontra Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada pekan terakhir Super League 2025-2026 akan menjadi kemunculan terakhirnya sebagai ketua umum The Jakmania.

Diky menyebut dirinya datang enam tahun lalu dengan satu tujuan sederhana, yakni menjaga The Jakmania sebaik mungkin.

Baginya, organisasi tersebut bukan hanya kelompok pendukung sepakbola, tetapi rumah yang membesarkan dirinya.

“Enam tahun lalu saya datang dengan satu keyakinan sederhana. Bahwa saya ingin menjaga rumah ini sekuat yang saya bisa. Rumah bernama The Jakmania,” ujar Diky dalam akun Infokom.

Selama dua periode kepemimpinan, Diky mengaku banyak tantangan berhasil dilewati bersama seluruh anggota.

Salah satu fase paling berat terjadi setelah pandemi Covid-19, ketika organisasi harus tetap bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

“Kita menjaga Jakmania tetap hidup di masa-masa sulit setelah pandemi. Kita membuat organisasi ini lebih tertata dengan sistem keanggotaan dan identitas yang lebih jelas,” katanya.

Selain melakukan pembenahan internal, Diky juga menyoroti langkah organisasi dalam memperluas kerja sama dengan berbagai pihak demi memperkuat citra The Jakmania sebagai kelompok suporter besar di Indonesia.

Namun, di balik berbagai perubahan itu, Diky mengaku masih menyimpan penyesalan karena belum mampu membawa Persija kembali menjadi juara liga.

“Tapi saya tahu, semua itu tetap tidak akan pernah terasa cukup karena ada satu hal yang belum berhasil saya berikan, yaitu membawa Persija juara,” ucapnya.

Ia pun meminta maaf kepada seluruh Jakmania atas kegagalan tersebut. Menurutnya, pencapaian di luar lapangan tetap belum lengkap tanpa trofi untuk Persija.

“Saya gagal membawa Persija kembali menjadi juara liga di masa kepemimpinan saya. Dan itu akan selalu menjadi luka sekaligus penyesalan yang saya bawa,” tutur Diky.

Menjelang akhir masa jabatannya, Diky turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota The Jakmania yang selama ini mendukung maupun mengkritik kepemimpinannya.

“Nama ketua umum akan datang dan pergi. Tapi Jakmania harus tetap hidup, tetap besar, dan tetap berdiri untuk Persija,” kata Diky menutup pernyataannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.