Akurat Logo

PSSI Siapkan 35 Ribu Tiket untuk Laga Timnas Indonesia Melawan Oman dan Mozambik

Zainal Hasan | 29 Mei 2026, 16:27 WIB
PSSI Siapkan 35 Ribu Tiket untuk Laga Timnas Indonesia Melawan Oman dan Mozambik
Suporter Timnas Indonesia saat mendukung timnya dalam salah satu pertandingan.

AKURAT.CO, PSSI melalui PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) mengabarkan bahwa mereka mempersiapkan sebanyak 35 ribu lembar tiket untuk laga Timnas Indonesia melawan Oman dan Mozambik di agenda FIFA Matchday periode Juni 2026.

Timnas Indonesia memiliki dua agenda laga di FIFA Matchday 2026 di mana skuad Garuda akan memulai laga dengan menghadapi Oman pada 5 Juni 2026.

Empat hari berselang, tim besutan John Herdman akan menjamu Mozambik. Kedua laga ini bakal berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Untuk kedua laga FIFA Matchday, Direktur Utama PT GSI, Marsal Masita menegaskan bahwa mereka sudah mempersiapkan untuk melepas tiket kedua laga tersebut.

"Persiapannya tiketnya sudah dijual, sudah tersedia, ada program khusus juga kita tawarkan, macam-macam," ucap Marsal Masita di Jakarta.

GSI sendiri memang sudah mulai menjual tiket ini sejak 22 Mei lalu melalui aplikasi Livin. Hanya ada tiga kategori tiket. Pertama Mandiri Premium West/East seharga Rp750 ribu, kedua Freeport Garuda West/East Rp500 ribu, dan ketiga Aqua Garuda South/North Rp300 ribu.

"Jadi, harusnya tanggal muda kan ya, tanggal 5 Juni 2026 hari Jumat, harusnya lumayan, tapi masih on going penjualan tiket sampai hari jelas," kata Marsal.

Marsal mengatakan bahwa GSI mempersiapkan sebanyak 35 ribu tiket. GSI hanya akan membuka tribun bawah Stadion GBK saja.

"Kita buka di bawah saja, di atas kita enggak buka. Totalnya berapa tiket? Sekitar 30 ribu, 35 ribuan kurang lebih. Untuk dua pertandingan, tanggal 5 dan tanggal 9, lawan Oman dan Mojambik," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.