Liga Sepak Bola Yaman Kembali Setelah 12 Tahun Vakum, Jadi Simbol Perdamaian di Tengah Perang Saudara

AKURAT.CO Di tengah sorotan dunia yang tertuju pada Piala Dunia 2026, Yaman justru merayakan momen bersejarahnya sendiri. Setelah vakum selama lebih dari satu dekade akibat perang saudara, Liga Nasional Yaman akhirnya kembali bergulir dan menjadi simbol harapan serta persatuan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang konflik.
Ratusan suporter memadati stadion di ibu kota Sanaa untuk menyaksikan pertandingan profesional yang menjadi salah satu laga resmi pertama sejak kompetisi dihentikan pada 2014. Bagi banyak warga, pemandangan tersebut merupakan sesuatu yang nyaris mustahil dibayangkan selama perang berkecamuk.
Kembalinya kompetisi sepak bola nasional dimungkinkan berkat gencatan senjata yang dicapai pada 2022. Meski situasi keamanan masih rapuh, kesepakatan tersebut relatif bertahan hingga kini dan membuka ruang bagi sejumlah aktivitas publik, termasuk penyelenggaraan kompetisi olahraga.
Pertandingan Sarat Makna Persatuan
Laga pembuka mempertemukan Wahda Sanaa, klub asal ibu kota yang berada di bawah kendali kelompok Houthi, melawan Shaab Hadramout, tim dari wilayah yang dikuasai koalisi regional yang didukung Arab Saudi dan kelompok separatis.
Sebelum pertandingan dimulai, kapten kedua tim saling bertukar panji sebagai simbol sportivitas dan persatuan. Di tribun, para pendukung mengenakan atribut tim, wig warna-warni, hingga riasan wajah sambil bersorak menyemangati pemain kesayangan mereka.
Suasana tersebut menjadi gambaran bagaimana sepak bola kembali menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat yang selama bertahun-tahun terpecah akibat konflik.
Sepak Bola Disebut Membawa Pesan Perdamaian
Pemain Hilal Hudayda, Mohammed Abu Ghalib, menyebut kembalinya Liga Nasional Yaman sebagai kabar yang telah lama dinantikan masyarakat.
"Semua orang bahagia melihat sepak bola Yaman kembali dimainkan. Insya Allah, sepak bola akan menjadi pesan perdamaian bagi rakyat Yaman," ujarnya.
Jurnalis olahraga Mohammed Al-Qasemi juga menilai antusiasme penonton menunjukkan kerinduan masyarakat terhadap kehidupan yang lebih normal.
"Saat melihat stadion dipenuhi penonton, kita bisa merasakan bahwa rakyat Yaman merindukan segala sesuatu yang membawa kebahagiaan," katanya.
Harapan Baru Meski Fasilitas Masih Rusak
Perang yang telah berlangsung selama 12 tahun meninggalkan kerusakan besar di berbagai sektor, termasuk fasilitas olahraga. Sejumlah stadion dan sarana latihan di Sanaa masih mengalami kerusakan parah sehingga belum dapat digunakan secara optimal.
Meski demikian, kebangkitan Liga Nasional dinilai sebagai titik awal pemulihan olahraga di negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


