Ormas Mapan Tolak Peredaran Miras di Banten, Serukan Penghentian Distribusi

AKURAT.CO Organisasi Masyarakat Patriot Nusantara (Mapan) Provinsi Banten kembali melontarkan pernyataan soal penolakan peredaran minuman keras di daerah itu.
Sebab, dugaan peredaran miras di Banten telah meresahkan semua pihak.
"Kami menolak dan segera dihentikan distribusi miras di Banten," kata Ketua Umum Mapan, TB Mulyadi, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Padahal, Mapan telah melakukan kunjungan ke distributor minuman keras atau miras di Kramat Watu, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (31/10/2024) sebelumnya.
Saat itu Mapan melakukan audiensi dengan pengelola gudang miras terkait keresahan masyarakat yang semakin memuncak.
TB Mulyadi mengungkapkan bahwa kedatangan mereka didorong oleh berbagai laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan gudang miras tersebut.
"Ada laporan masuk ke kami bahwa ada gudang miras di daerah ini. Makanya kami datang untuk menindaklanjuti informasi tersebut dan berbicara langsung dengan pihak pengelola. Namun, kehadiran kami sempat mendapatkan penolakan dan kami diminta datang lagi karena penanggung jawab distributor tidak ada di tempat," jelasnya.
Audiensi yang dilakukan Mapan turut dihadiri sejumlah pemuka agama yang menyuarakan penolakan atas peredaran miras di wilayah Banten.
Baca Juga: Fitur Blokir di X Berubah, Ini Dampaknya bagi Pengguna
Salah satu tokoh agama setempat, Ustaz Nurdin, menyampaikan harapan agar distributor miras segera menghentikan aktivitas distribusinya.
Hal ini sejalan dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Sesuai dengan Fatwa MUI, sudah sangat jelas bahwa miras ditolak di Banten," ujarnya.
Ustaz Nurdin juga menyoroti dampak negatif peredaran miras terhadap moral dan mental generasi muda di Banten.
"Laporan yang kami terima menyebutkan bahwa miras ini dipasok ke berbagai tempat, mulai dari kafe-kafe hingga pedagang jamu di sekitar wilayah Serang. Bahkan, distribusinya merambah hingga ke Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Ini sangat merusak mental generasi muda kita," paparnya.
TB Mulyadi menambahkan bahwa Mapan akan terus memperjuangkan penolakan terhadap peredaran miras di Banten, sebagai bentuk komitmen menjaga moralitas dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami di Mapan mendukung segala bentuk upaya yang bertujuan untuk menjaga masyarakat dari bahaya miras, terutama demi masa depan generasi muda di Banten," katanya.
Kehadiran Mapan di lokasi distributor miras merupakan bukti konkret bahwa keresahan masyarakat Banten perlu mendapat perhatian serius.
Baca Juga: Profil Yoav Gallant, Menteri Pertahanan Israel yang Dipecat Netanyahu
Mapan beserta berbagai elemen masyarakat berharap agar pihak terkait segera bertindak.
Mengingat dampak sosial dan kesehatan yang ditimbulkan oleh miras sangat merugikan bagi masyarakat Banten.
Sebagai tindak lanjut, TB Mulyadi menyampaikan, Mapan akan terus melakukan dialog dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan peredaran miras di Banten dapat dihentikan.
Mereka juga siap mengambil langkah lebih lanjut apabila distributor miras tetap melanjutkan aktivitasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






