ERP Segera Diterapkan di Jakarta, Tarif Parkir Naik demi Subsidi Gratis Transjabodetabek

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan penerapan sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) akan segera diberlakukan. Namun, sistem ERP itu baru bisa dijalankan setelah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.
Dia menjelaskan, ERP bukan sekadar kebijakan pungutan baru, melainkan bagian penting mendukung program transportasi terintegrasi Transjabodetabek.
"Semua pendapatan dari ERP nantinya akan dialokasikan untuk subsidi transportasi bagi 15 golongan masyarakat yang telah ditetapkan," kata Pramono dalam Rapat Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU), Selasa (17/6/2025).
Baca Juga: Pramono: ERP Belum Bisa Diterapkan Sebelum Transjabodetabek Berfungsi Optimal
Dia juga menegaskan, subsidi tersebut akan mencakup warga dari Bekasi, Depok, Cianjur, Tangerang, dan wilayah sekitarnya. "Kami akan gratiskan transportasi bagi 15 golongan masyarakat tersebut," imbuhnya.
Untuk membiayai subsidi ini, Pemprov Jakarta menyiapkan dua kebijakan utama, yaitu menaikkan tarif parkir dan memberlakukan ERP setelah izin dari pemerintah pusat keluar.
"Tarif parkir pasti akan kami naikkan, dan ERP akan kami jalankan begitu dapat izin," jelasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, pengendara yang melintas di ruas jalan dengan ERP wajib membayar tarif sesuai ketentuan. Seluruh hasilnya akan kembali digunakan sebagai subsidi transportasi umum.
"ERP sepenuhnya digunakan untuk subsidi warga luar Jakarta agar tercipta asas keadilan," ujarnya.
Menurut Pramono, kemacetan yang terjadi di Jakarta setiap pagi disebabkan 4-4,5 juta orang yang bekerja di ibu kota dari wilayah sekitarnya. "Ini sudah tidak bisa ditolak lagi, mereka rata-rata bekerja di Jakarta, sehingga harus diatur agar kemacetan berkurang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







