DPRD Minta Dishub Jakarta Setop Sistem Pembayaran Parkir Tunai

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jakarta, Wahyu Dewanto, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) agar segera menghentikan sistem pembayaran tunai dalam pungutan tarif parkir, di seluruh titik yang dikelola Unit Pengelola (UP) Perparkiran.
Langkah ini, untuk menutup rapat celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir yang selama ini ditengarai rawan diselewengkan. Sistem pembayaran elektronik, diyakini akan meminimalisir kehilangan potensi retribusi dan menciptakan transparansi.
"Karcis manual sudah tidak boleh. Harus pakai elektronik. Semua cashless (tanpa uang tunai) saja," kata Wahyu saat ditemui di Gedung DPRD Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Baca Juga: Parkir Liar di Jakarta Bikin PAD Bocor, DPRD Desak Perda Perparkiran Direvisi
Tak hanya itu, politisi Partai Gerindra ini juga mendesak Dishub agar memperbanyak titik park and ride di berbagai pusat keramaian. Menurutnya, keberadaan kantong parkir terintegrasi dengan transportasi umum dapat mengurai kemacetan dan sekaligus mengoptimalkan PAD.
"Bikin titik park and ride, dan law enforcement-nya (penegakan hukum) harus jelas. Harus benar-benar tertib tanpa pandang bulu," tegasnya.
Wahyu juga mendorong keterlibatan masyarakat, dalam melakukan pengawasan lapangan terhadap sistem perparkiran. Dia yakin, kontrol sosial akan memaksa Dishub DKI lebih terbuka dan berbenah.
"Makanya masukan dari masyarakat itu penting, dan harus kritis. CCTV penting, monitoringnya juga harus jelas. Supaya tertib, dan pendapatannya bertambah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








