Komisi A DPRD Protes Lowongan Damkar Diburu Warga Non-Jakarta: Prioritaskan Warga Jakarta

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi A DPRD Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap perekrutan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
Hal ini menanggapi fakta yang diungkap Gubernur Jakarta, Pramono Anung pada Senin (4/8/2025), bahwa sebagian besar pelamar lowongan Damkar dan PPSU justru berasal dari luar Jakarta.
Alia menilai, pembukaan 1.000 lowongan Damkar dan 1.023 posisi PPSU seharusnya diutamakan untuk warga Jakarta. Tujuannya, agar menjadi solusi konkret mengatasi pengangguran yang menggunung di Jakarta.
Baca Juga: Pramono Buka 1.000 Lowongan Petugas Damkar, KTP Luar Jakarta Bisa Daftar
"Kami mengusulkan untuk rekrutmen diprioritaskan warga DKI. Presentasenya bisa diatur, tapi tetap memberikan lapangan kerja bagi warga DKI," ujarnya kepada wartawan, dikutip Jumat (8/8/2025).
Sementara itu, data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi Jakarta menyebutkan saat ini baru tersedia sekitar 4.000 personel Damkar. Padahal kebutuhan ideal mencapai 10.000 hingga 11.000 personel.
Dari total 267 kelurahan, hanya 170 yang memiliki pos Damkar. Kebutuhan besar ini menjadi peluang, tapi jika tidak dibarengi kebijakan afirmatif, bisa-bisa warga Jakarta kembali gigit jari.
"Ini momentum. Jangan biarkan pengangguran warga Jakarta terabaikan di tengah gegap gempita rekrutmen besar-besaran," tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kembali mengumumkan sebanyak 1.000 formasi baru, untuk posisi petugas pemadam kebakaran (damkar) siap dibuka dalam waktu dekat.
Baca Juga: Petugas Damkar: Pahlawan Kemanusiaan yang Menjaga Api dan Nilai Ketuhanan
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan tak hanya untuk warga ibu kota, rekrutmen ini juga terbuka bagi seluruh WNI, termasuk pemilik KTP luar Jakarta.
"Ini sebagai bagian dari kota terbuka, orang menaruh harapan untuk bisa menggantung nasib pekerja di Jakarta. Untuk itu, saya tetap akan menjalankan secara terbuka walaupun kemudian ini menjadi beban bagi kota Jakarta," ujar Pramono, saat ditemui di Gedung DPRD Jakarta, Senin (4/8/2025).
Kebijakan inklusif ini mengikuti pola serupa dalam rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), yang juga menyedot peminat dari luar daerah. Namun, Pramono menegaskan warga Jakarta tetap menjadi prioritas utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







