Ketua MPR Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Pengasingan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok

AKURAT.CO Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, mendorong pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap rumah pengasingan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok, Karawang, yang menjadi saksi penting menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945.
Muzani menyatakan akan menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon agar situs tersebut dilestarikan, dijaga, dan dikembangkan sebagai destinasi edukasi sejarah bagi generasi mendatang.
“Nanti kami sampaikan kepada Presiden dan Menteri Kebudayaan agar memperhatikan tempat bersejarah ini, supaya terus dilestarikan, dijaga, dan kalau perlu dikembangkan,” ujarnya di Rengasdengklok, Rabu (13/8/2025).
Terkait status lahan yang sebagian masih dimiliki masyarakat, Muzani menilai hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Ia membuka kemungkinan adanya pembelian lahan untuk dijadikan aset negara.
“Saya akan sampaikan kepada Presiden dan Menteri Kebudayaan agar memikirkan desain dan langkah-langkah selanjutnya,” tambahnya.
Baca Juga: Pimpinan MPR Kunjungi Rumah Pengasingan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok
Sekilas Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada 16 Agustus 1945, sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Sejumlah pemuda dari golongan muda, seperti Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh, membawa Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok untuk mendesak proklamasi segera dilakukan tanpa campur tangan Jepang.
Para pemuda khawatir, jika proklamasi ditunda, Jepang atau Sekutu akan memanfaatkan situasi dan mempersulit kemerdekaan.
Di Rengasdengklok, terjadi perdebatan antara golongan muda dan golongan tua mengenai waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan.
Setelah tercapai kesepakatan, Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta pada sore hari, bertemu Laksamana Maeda, dan menyiapkan teks proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








